Selasa, 22 Agustus 2017

BPBD Lebak imbau warga bantaran sungai siaga banjir

Kamis, 12 Januari 2017 18:50

Foto: Ilustrasi elshinta.com Foto: Ilustrasi elshinta.com
Ayo berbagi!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai siaga banjir dan longsor seiring curah hujan cenderung meningkat.

"Peringatan imbauan ini untuk mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Kamis (12/1).

Selama ini, intensitas curah hujan lebat dan sedang terjadi pada malam hingga dinihari sehingga dikhawatirkan menimbulkan banjir dan longsor.

Saat ini, Sungai Ciujung merupakan sungai besar yang menampung puluhan anak sungai yang sumber airnya dari kawasan hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) meluap.

Bahkan, luapan Sungai Ciujung berstatus waspada dengan permukaan air di atas 200 sentimeter dan debit air 309 M3 per detik.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat meningkatkan siaga bencana alam.

"Kami mengintruksikan kepada camat, desa/kelurahan dan relawan agar siaga bencana banjir dan longsor," ujarnya.

Menurut Kaprawi, saat ini banyak ditemukan rumah warga terancam longsor sehingga mengancam keselamatan jiwa mereka.

Selain itu juga warga yang kerapkali dilanda banjir kebanyakan tinggal di Rangkasbitung karena berada di bantaran Sungai Ciujung.

BPBD meminta warga dapat meningkatkan siaga menghadapi bencana alam, terutama saat hujan deras secara terus menerus.

"Saya kira siaga bencana alam itu untuk mencegah korban jiwa maupun kerusakan material," ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini sejumlah lokasi rawan longsor dan banjir tercatat 41 desa tersebar di Kecamatan Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

Lokasi rawan longsor tersebut disebabkan warga tinggal di bantaran sungai dan juga dataran tinggi, seperti perbukitan dan pegunungan.

"Kami selalu mengingat khusus warga yang tinggal di daerah longsor sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman, terlebih saat hujan malam hari," katanya.

Koordinator Relawan Tagana Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengatakan pihaknya sudah menyebarkan informasi dan imbauan kepada warga dan kepala desa dan lurah agar selalu waspada terhadap bencana alam itu.

Selama ini sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Rangkasbitung merupakan daerah langganan banjir dan longsor jika hujan seharian.

"Kami berharap warga yang berlokasi di bantaran sungai selalu meningkatkan siaga guna mencegah korban jiwa," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar