Kamis, 19 Januari 2017

Produksi cabai di Kudus tahun 2016 capai 10.159 kwintal

Kamis, 12 Januari 2017 20:26

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Melejitnya harga cabai ternyata tidak bisa dinikmati oleh semua petani cabai di Kabupaten Kudus karena ada sebagian petani yang telah habis masa panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus melalui kasi Tanaman Pangan, Arin Nikmah mengatakan selama tahun 2016 terdapat lahan seluas 161 hektar yang ditanami cabai, baik itu cabai merah besar maupun cabai rawit merah.

Dimana sampai akhir Desember kemarin masih ada tanaman cabai yang dipanen seluas 92 hektar yang tersebar di 5 kecamatan. Dengan total produksi cabai mencapai 10.159 kwintal, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Dikatakan Arin, dengan produksi cabai yang mencapai 10.159 kwintal harusnya mencukupi kebutuhan lokal Kudus namun karena komoditi cabai tidak bisa disimpan lama maka banyak yang dijual keluar daerah.

Arin menyayangkan tingginya harga cabai tidak bisa dinikmati oleh semua petani seperti yang dialami oleh petani di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo karena para petani didesa tersebut telah selesai panen.

Rata-rata para petani di Kabupaten Kudus menanam cabai hanya untuk tanaman selingan sebelum menanam padi berbeda dengan para petani di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan yang saat ini sedang masa panen.

Arin menambahkan pihaknya akan terus mendorong para petani membudidayakan tanaman cabai untuk melihat peluang pasar.

Sementara itu, mengantisipasi lonjakan harga cabai yang berpotensi mempengaruhi tingkat inflasi, pemerintah pusat telah membuat kesepakatan dengan daerah-daerah di Jateng termasuk Kabupaten Kudus untuk membeli cabai para petani dengan memberikan jaminan harga cabai sebesar Rp. 25.000 per kilogram. Sehingga para petani bergairah untuk menanam cabai, target luasan tanaman cabai tahun 2017 yakni 100 hektar yang tersebar di 5 kecamatan.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar