Senin, 25 Juni 2018 | 20:27 WIB

Daftar | Login

/

Presiden Jokowi berkomitmen perkuat KPK

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap berkomitmen untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk mengalokasikan penambahan anggaran dan sumber daya manusia (SDM) di lembaga anti-rasuah itu.</p><p>"Presiden berkomitmen memperkuat KPK berupa penambahan anggaran dan penambahan sumber daya manusia," kata Juru Bicara Presiden RI, Johan Budi, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1).</p><p>Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan mantan anggota panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK jilid IV Yenti Ganarsih pada hari ini yang mengungkapkan perlunya penambahan anggaran dan sumber daya manusia di KPK.</p><p>Dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2017, KPK mendapat alokasi dana Rp734,2 miliar, atau berkurang dari anggaran KPK pada APBN 2016 yang senilai Rp991,8 miliar. KPK pun pada 2017 akan mengangkat 431 pegawai baru.</p><p>Namun, Johan mengakui bahwa untuk meningkatkan anggaran tersebut, KPK perlu mengajukan peningkatan anggaran lebih dulu.</p><p>"Mekanismenya, KPK mengusulkan ke pemerintah, kemudian pemerintah membahas dengan DPR. Setuju atau tidak. Komitmennya Presiden memperkuat KPK, kalau butuh anggaran, ya tentu harus melihat kondisi perekonomian," ungkap Johan.</p><p>Pada hari ini, Yenti Ganarsih bersama dengan mantan anggota pansel lain, yaitu Enny Nurbaningsih, Diani Sadiawati, Harkristuti Harkrisnowo dan Natalia Subagyo datang menemui lima pimpinan KPK untuk menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat mengenai KPK.</p><p>"Jadi kalau memang negara ini fokusnya pemberantasan korupsi juga harus komprehensif, anggarannya ditambah, SDM-nya ditambah karena kemungkinan mereka juga SDM-nya belum cukup. Kalau saya inginkan masalah anggaran ya tambahkan anggaran, kalau mau komitmen berantas korupsi jangan hanya menyalahkan KPK agak kesulitan dengan banyak kasus," kata Yenti di Gedung KPK, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Menurut Yenti, masyarakat juga mengatakan ada sejumlah kekecewaan kepada KPK terkait sejumlah kasus-kasus lama, seperti Century maupun kasus-kasus lain.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 20:26 WIB

Suasana Lumajang kondusif H-2 Pilkada Serentak 2018

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:15 WIB

Menhub resmikan tim ad hoc kasus kapal tenggelam

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:05 WIB

Mulai 1 Juli perjalan KA diberlakukan subsidi tarif parsial

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:56 WIB

Satpol PP segel toko langgar aturan

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:46 WIB

Prabowo imbau TNI-Polri netral dalam Pilkada Serentak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com