Kamis, 23 Februari 2017

Pro kontra FPI, soal pembubaran ormas ini penjelasan Mendagri

Jumat, 13 Januari 2017 08:12

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Foto: Kemendagri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Foto: Kemendagri
Ayo berbagi!

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyebut bahwa organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Sementara yang tak terdaftar di Kemendagri adalah ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

“FPI terdaftar dan diperpanjang di Kemendagri pada 2014, yang tak terdaftar di Kemendagri adalah ormas HTI,” kata Mendagri dalam pesan singkatnya, Kamis (12/1), seperti diinformasikan Puspen Kemendagri.

Ormas FPI saat ini memang tengah menjadi sorotan, menyusul pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan berlangsung Februari 2017. Ormas berbasis Islam ini juga menjadi garda terdepan dalam aksi damai pada 4 November dan 2 Desember 2016 lalu.

Sikap FPI belakangan ini juga membuat pro kontra di sejumlah elemen masyarakat. Bahkan, hingga dinilai meresahkan.

Namun saat dikonfirmasi mengenai pembubaran ormas, Mendagri menjelaskan bahwa tidak bisa begitu saja dilakukan pembubaran karena memang prosesnya bukan menjadi ranah Kemendagri. Dimana, terang dia, tugas Kemendagri adalah mengingatkan ormas jika mereka salah, sedangkan terkait dengan pembubaran harus melalui prosedur Undang-undang (UU).

“Yang bisa dibubarkan itu kalau ormas aliran sesat. Itu juga harus ada fatwa majelis ulama dan tokoh-tokoh agama, keputusannya ada di MA,” jelas Mendagri.

Kemendagri, tandas Tjahjo, tidak ada kewenangan untuk membubarkan ormas, melainkan mencatat ormas-ormas yang terdaftar.

"Misal ada ormas yang dianggap melanggar ketertiban, maka pihak Kemendagri bisa rapat bersama kepolisian, dan itu menjadi ranah aparat kepolisian," kata dia.

“Karena mekanisme pembubaran ormas juga panjang. Ada peringatan 1, 2, dan 3, lalu apakah bersalah atau tidak,” imbuh Mendagri. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar