Rabu, 29 Maret 2017

Kapolda Kalteng ajak masyarakat waspadai medsos provokatif

Jumat, 13 Januari 2017 18:18

Ilustrasi. Foto: Istimewa Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ayo berbagi!

 Kapolda Kalimantan Tengah, Brigadir Jenderal Anang Revandoko mengajak masyarakat mewaspadai akun-akun media sosial yang bernada provokatif termasuk yang menyebarkan berbagai bentuk ujaran kebencian.

"Perkembangan media sosial memang memiliki dua sisi. Untuk itu masyarakat sebagai pengguna harus mewaspadai penyebaran informasi bohong dan bernada provokatif. Jangan telan mentah-mentah setiap informasi yang didapat," katanya saat berkunjung di Kantor PWI Kalteng, Jumat (13/1).

Pria yang baru saja menempati posisi nomor satu di institusi kepolisisan Kalteng ini juga meminta masyarakat dapat memproteksi diri dari berbagai perkembangan isu dengan melakukan pengecekan silang dari berbagai sumber yang bertanggung jawab.

Terlebih akhir-akhir ini perkembangan informasi di media sosial semakin memprihatinkan. Oknum tak bertanggung jawab semakin gencar menyebar berbagai isu yang dapat memecah belah keamanan dan kerukunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Untuk itu saya juga berharap para rekan-rekan media dapat mengabarkan berbagai pemberitaan yang dapat membangun optimisme dan semangat berNKRI dan berPancasila," kata pria bintang satu ini.

Pernyataan itu diungkapkan Anang di depan sejumlah pengurus PWI Kalteng, jajaran pejabat Polda Kalteng serta awak media yang hadir dalam acara ramah tamah antara Polda dan PWI Kalteng.

"Kalau ada hal salah dengan anggota kami, tolong kami disapa. Saya sepakat, media mitra kita. Terimalah kami dengan dua tangan. Saya siap memberikan yang terbaik," kata pria yang menggantikan Brigjen Pol Fakhrizal ini.

Sementara itu, Ketua PWI Kalteng Sutransyah didampingi sejumlah pengurus PWI provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" dan "Bumi Pancasila" ini menyambut baik rombongan Kapolda.

"Kemitraan antara pers dan kepolisian di Kalteng berjalan lancar. Bahwa dalam melaksanakan tugas ada riak-riak kecil itu wajar, tetapi itu dapat diselesaikan dengan kekeluargaan," kata Sutran yang mengenakan kemeja putih berlambang PWI Kalteng.

Dia pun berhadap kedua belah pihak dapat meningkatkan komunikasi sehingga kesalahpahaman yang terkadang terjadi di lapangan dapat diminimalkan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MuI

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar