Sabtu, 23 Juni 2018 | 11:55 WIB

Daftar | Login

/

RUU Rusia golongkan KDRT bukan tindak kriminal lolos dalam pembahasan pertama

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Sebuah rancangan undang-undang yang menggolongkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan tindak kriminal lolos dalam pembahasan pertama di parlemen Rusia, Duma.</p><p>Hal tersebut memicu kemarahan di kalangan para pegiat perempuan.</p><p>RUU itu antara lain menggolongkan kekerasan fisik pertama yang menyebabkan cedera tidak serius hanya sebagai pelanggaran administratif dan bukan kriminalitas.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38365126">Minum pelembap beralkohol, 41 warga Rusia meninggal dunia</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160818_majalah_rusia_sunat">Sunat perempuan diperdebatkan di Dagestan, Rusia</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150909_majalah_nenek_rusia">Nenek penjual pangan di Rusia didukung internet</a></li> </ul><p>Anggota parlemen, Yelena Mizulina, yang mengusulkan RUU merngatakan orang sebaiknya tidak dipenjara dan mendapat cap sebagai kriminal karena 'menampar'.</p><p>Namun para pengkritiknya mengkhawatirkan RUU ini akan menjadi langkah mundur dalam mengatasai masalah kekerasan rumah tangga yang diperkirakan terjadi secara meluas di Rusia.</p><p>Sebanyak 368 anggota parlemen mendukung RUU yang oleh media Rusia diberi julukan 'Undang-undang Menampar' dan hanya satu anggota yang menentang sementara satu lagi memilih abstain. </p><p>RUU ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap perlakuan orang tua atas anak mereka maupun antara suami dan istri. </p><p>Salah seorang yang ikut menyusun RUU, Olga Batalina, menyebutkan kekerasan yang tercakup adalah yang menyebabkan cedera yang tidak membutuhkan pengobatan di rumah sakit maupun yang tidak sampai membuat orang absen kerja karena sakit. </p><p>Berdasarkan UU maka pelanggaran pertama dalam kekerasan di atas tidak tergolong kriminal dan sanksinya terbatas pada hukuman komunitas namun jika terjadi lagi baru akan masuk kejahatan dan terancam hukuman penjara. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-37985766">Menteri ekonomi Rusia ditangkap atas dugaan menerima suap</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37935304">Pemerintah Rusia akan memblokir LinkedIn</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161010_majalah_rusia_binatang">Situs media sosial binatang peliharaan dibuat di Rusia</a></li> </ul><p>Namun Olga Bobrova, wartawan di <em>Novaya Gazeta</em>, mengecam RUU dengan mengatakan dalam banyak kasus, kekerasan tidak meninggalkan bekas namun tetap membuat korban 'hidup seperti dalam neraka'.</p><p>Sementara Olga Yurkova -Direktur Eksekutif pusat penanganan kekerasan seksual, Sister- mengatakan selama ini saja sudah banyak kasus yang tak terungkap. </p><p>&quot;Sejumlah besar perempuan membiarkan kekerasan rumah tangga dan tidak mengungkapkan ke umum. Dekriminalisasi akan membuatnya lebih buruk.&quot; tegasnya. </p><h3>Data KRT di Rusia terbatas</h3><p>Saat sidang di parlemen, para pegiat menggelar aksi di luar gedung dengan membagikan selebaran tentang korban-korban kekerasan rumah tangga. </p><p>Sementara sebuah petisi yang diluncurkan seorang pegiat, Alena Popova, sudah ditandatangani 175.000 untuk menyerukan undang-undang baru khusus tentang kekerasan rumah tangga dan peningkatan perlindungan bagi korban.</p><p>Data tentang kekerasan rumah tangga di Rusia amat terbatas</p><p>Perkiraan berdasarkan beberapa studi menduga 600.000 perempuan Rusia menderita kekerasan fisik dan lisan di rumah dan 14.000 orang meninggal karena cedera yang disebabkan suami atau pasangan prianya. </p><p>Sementara Pusat Nasional Pencegahan Kekerasan mengatakan tahun 2008 seorang pejabat Kementrian Dalam Negeri Rusia mengatakan kekerasan, dalam berbagai bentuk, berlangsung di dalam satu dari empat keluarga.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 23 Juni 2018 - 11:47 WIB

Korban gigitan monyet di Bekasi bertambah

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:23 WIB

Banjir bandang tidak pengaruhi aktivitas kereta api di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:11 WIB

Jusuf Kalla terima penganugerahan gelar doktor kehormatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com