Jumat, 20 Januari 2017

Senator Sumut diminta perjuangkan dana bagi hasil sektor perkebunan sawit

Jumat, 13 Januari 2017 21:56

Foto: Heru R. Kurnia. Foto: Heru R. Kurnia.
Ayo berbagi!

Provinsi Sumatera Utara memerlukan uluran tangan dari para Senator asal Provinsi Sumatera Utara agar dapat memperjuangkan aspirasi dari Provinsi Sumatera Utara tentang bagi hasil dari sektor perkebunan kelapa sawit.

Pasalnya, kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Hj Herawati, Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini tidak memperoleh dana bagi hasil dari sektor perkebunan kelapa sawit, padahal Sumatera Utara memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas.

"Harusnya masyarakat Sumatera Utara ikut menikmati dana bagi hasil dari sektor perkebunan kelapa sawit tersebut," kata Hj Herawati kepada wartawan termasuk reporter elshinta, Heru R. Kurnia di Medan, Jumat (13/1).

Herawati menyampaikan, dalam UU Nomor 23 tentang Perimbangan Keuangan Daerah masih dikategorikan bahwa perkebunan merupakan sumber daya buatan, bukan sumber daya alam.

"Sehingga dana bagi hasilnya kita gak dapat. Nah itulah yang dituntut, mulai dari jaman gubernur nya almarhum pak Raja Inal Siregar," kata Herawati.

Mumpung kita punya Senator di pusat sana, ungkap Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Hj Herawati, tolong lah diperjuangkan, kan para Senator yang punya akses sampai ke pusat.

"Berapapun nantinya hasil dana bagi hasil itu yang diterima Sumatera Utara, jadilah," ujar Hj Herawati.

Seperti cukai tembakau, sebut Hj Herawati, cukai rokok itukan 2% dari nilai cukai dikembalikan ke daerah, untuk membantu para petani tembakau.

"Leading sektornya mendistribusikan lagi ke daerah penghasil tembakau nya, paling tidak hasilnya dapat dinikmati petani kembali, kita kasih petani pupuk, sosialisasi. Nah kalo sawit kan belum nampak," kata Herawati.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar