Selasa, 21 November 2017

Air Timor Alami Kesulitan Karena Kebijakan Pemerintah Timor Leste

Jumat, 13 Januari 2017 19:10

(Courtesy: AustraliaPlus) Turis menikmati liburan di Pantai Timor Leste. (Courtesy: AustraliaPlus) Turis menikmati liburan di Pantai Timor Leste.
Ayo berbagi!

Mengapa sebuah negara mau menghancurkan maskapai milik mereka sendiri, dan menguntungkan dua perusahaan yang masuk dalam daftar maskapai paling tidak aman di dunia?

Hal ini tampak tidak masuk akal. Namun Pemerintah Timor Leste dituduh secara aktif mencoba 'menghancurkan' maskapai satu-satunya di sana Air Timor, dan memberikan hak monopoli bagi dua perusahaan asal Indonesia Sriwijaya dan anak perusahannya NAM bagi jalur penerbangan ke Indonesia.

Air Timor minggu ini menghentikan penerbangan yang sebelumnya sangat mnenguntungkan antara Dili dan Bali dan bersiap menghentikan seluruh staf lokal di Dili.

Masa depan rute internasional lainnya antara Dili dan Singapura juga tidak menentu.

Maskapai Air Timor menyalahkan kebijakan pemerintah dan adanya korupsi dalam perusahaan yang menyebabkan hal ini terjadi.

"Keputusan pemerintah di akhir tahun 2015 untuk mengijikan NAM Airlines terbang dari Denpasar ke Dili berarti rute ini menjadi terlalu banyak penerbangan."

"Ada begitu banyak tiket yang tersedia dibandingkan permintaan sehingga tidak maskapi hanya bisa mengisi 50 persen dari kapasitas penuh."

"Maskapai harus bisa mengisi sekitar 70 persen untuk menutup ongkos operasi. Harga tiket turun menjadi sekitar $US70 (sekitar Rp 900 ribu), jauh dibawah harga normal pasar."

"NAM Air kemudian mengalihkan penumpang ke pesawat Sriwijaya di hari yang sepi untuk mengurangi kerugian. Air Timor berusaha mencari pendanaan baru untuk menutupi kerugian yang mencapai $US10.000 (sekitar Rp 140 juta) setiap hari."

Air Timor memperingatkan bahwa tiga maskapai terlalu banyak

Setahun lalu, Air Timor membukukan keuntungan terbesar hampir $US 1 juta, dan memiliki dana $US2 juta di bank.

Maskapai itu berusaha memperluas rute internasional, dengan membuka penerbangan ke Darwin, dan akan membuka jalur penerbangan di dalam negeri.

Saat itu, mereka menyebut menjadi perusahaan swasta lokal terbesar di sana dan jelas berusaha menjadi perusahaan penerbangan terbesar di sana.

Setahun kemudian, Air Timor mengalami kesulitan dengan kerugian mencapai lebih dari $US 4 juta.

Air Timor logo
Air Timor logo.

Supplied: Air Timor

Turner mengatakan Air Timor sudah berulang kali memperingatkan pemerintah bahwa mengijinkan tiga maskapai beroperasi di sana tidak akan menguntungkan siapa pun, berdasarkan permintaan, namun peringatan itu tidak didengar sama sekali.

Yang ada malah beberapa kebijakan pemerintah yang secara aktif menguntungkan Sriwijaya dan NAM dan berusaha menghancurkan Air Timor.

Sebagai contoh, UU penerbangaan Timor Leste mengatakan pesawat yang digunakan tidak boleh berusia lebih dari 20 tahun namun bulan April lalu, Wakil Menteri Perhubungan Timor Leste Inacio Moreira meminta Air Timor mengganti pesawat mereka yang berusia 18 tahun dengan pesawat A320 Airbus yang baru.

Air Timor memenuhi permintaan tersebut, dan diiberitahu bahwa peraturan yang sama juga berlaku untuk Sriwijaya dan NAM, yang memiliki pesawat berusia 22 tahun.

Turner mengatakan di bulan September, Moreira membatalkan ijin penerbangan NAM, namun tanpa alasan jelas dua bulan kemudian memperbarui ijin penerbangan bagi kedua maskapai asal Indonesia tersebut dan menyetujui agar mereka menggunakan pesawat berusia 22 tahun, persetujuan yang menurut Turner adalah hal yang tidak sah.

Ketika dia meminta penjelasan kepada Wakil Menteri, Turner mengatakan bahwa diberitahu ini adalah 'keputusan pemerintah'.

'Hukum bukanlah hukum di Timor Leste'

Dan kemudian di bulan Desember, pemerintah Timor Leste tiba-tiba mengumumkan tidak akan memperpanjang penyewaan kantor Air Timor di bandara Dili - yang baru ditempati selama enam bulan - setelah sebelumnya menghabiskan waktu dua tahun untuk menunggu perijinan, dan baru saja menghabiskan dana Rp 1,3 miliar untuk membangun gedung.

"Dia sudah mengijinkan NAM dan Sriwijaya mengoperasikan pesawat yang berusia 22 tahun, dan mengubah aturan guna menguntungkan maskapai asing. Ini bertentangan dengan kepentingan bangsa."

"Setelah kerja keras selama 12 bulan, kami mencapai keuntungan dalam rute penerbangan Denpasar di bulan Desember."

"Tetapi sekarang pemerintah memperbarui ijin baru NAM utuk tahun 2017 dan ini akan menyebabkan kerugian berlanjut. Karenanya kami harus menutup rute tersebut. Publik Timor Leste sekarang dihadapkan pada monopoli, sebuah perusahaan yang menguasai rute, dengan menggunakan pesawat berusia 22 tahun."

Sriwijaya Air tahun lalu masuk dalam peringkat 10 maskapai 'paling tidak aman' di dunia, menurut survei tahunan oleh AirlineRatings.com.

Baik Sriwijaya dan NAM Air dilarang terbang ke Eropa.

Pesawat Air Timor disewa dari Citilink, anak perusahaan Garuda dan Silk Air yang dimiliki oleh Singapore Airlines. Keduanya boleh terbang ke Eropa.

Larangan terhadap Citilink dicabut tahun lalu setelah mereka memperbarui armada dan meningkatkan performa keselamatan.

Moreira berjanji untuk 'menghancurkan' Air Timor

Hubungan antara Air Timor dengan pemerintah Timor Leste sudah sedemikian memburuk sehingga presiden komisaris perusahaan tersebut, Jose Ramos Horta yang juga adalah mantan presiden Timor Leste, baru-baru ini menulis surat ke Perdana Menteri Rui de Araujo.

Dr Ramos-Horta menuduh pemerintah de Araujo terlibat dalam keterpurukan Air Timor dan secara khusus menuduh Moreira terlibat korupsi.

Sebagai jawabannya, Moreira memanggil para direktur Air Timor untuk bertemu hari Minggu dimana dia menyampaikan kekecewaannya atas surat tersebut dan berjanji utuk 'menghancurkan' Air Timor.

"Saya akan berjuang sampai akhir. Saya bersih dan tidak menyembunyikan apapun, dan sekarang saya akan memastikan Air Timor dihancurkan." katanya dalam rekaman dari pertemuan yang berhasil didapat oleh ABC.

Moreira menantang para direktur Air Timor untuk mengadukannya ke Komisi Anti Korupsi Timor Leste.

Ibukota Timor Leste Dili
Penerbangan Dili-Denpasar oleh Air Timor sekarang dihentikan.

Reuters: Adrees Latif

Turner, ketika ditanya mengapa Moreira ingin menghancurkan satu-satunya perusahaan penerbangan Timor Leste mengatakan 'ini semua kembali pada bahwa Air Timor tidak pernah terlibat dalam korupsi dan membayar suap di negeri ini."

"Air Timor sudah mengatakan bahwa kami tidak akan terlibat dalam kegiatan yang tidak benar."

"Ini adalah dasar ketika perusahaan dibuat."

Ketika ditanya apakah korupsi merupakan satu-satunya cara agar perusahaan bisa bertahan di Timor Leste, Turner menolak memberikan komentar.

Dia mengatakan dewan direksi Air Timor harus memutuskan apakah akan mengajukan Moreira ke komisi anti korupsi dengan memberikan laporan resmi.

ABC telah berusaha meminta komentar dari Inacio Moreira dan Kementerian Perhubungan Timor Leste.

Sejauh ini tidak seorang pun di kalangan pemerintahan Timor Leste bersedia menjawab pertanyaan dari ABC.

Diterjemahkan pukul 14:00 AEST 12/1/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar