Kamis, 17 Agustus 2017

12 Tips Finansial Untuk Pasangan Pengantin Baru

Sabtu, 14 Januari 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/12-tips-finansial-untuk-pasangan-pengantin-baru courtesy https://www.cermati.com/artikel/12-tips-finansial-untuk-pasangan-pengantin-baru
Ayo berbagi!

Memulai rumah tangga yang baru, pasangan tentu akan memiliki sejumlah kebiasaan di dalam keluarga kecil tersebut, bahkan dalam masalah keuangan sekalipun. Saat belum menikah, Anda mungkin tidak terlalu terbuka kepada pasangan terkait keuangan, namun hal ini tidak bisa dilanjutkan setelah memutuskan untuk berumah tangga, sebab transparan mengenai kondisi keuangan yang sebenarnya sangat diperlukan.

Sangat penting untuk mengawali hal ini dengan baik dan tepat, sehingga ke depannya Anda dan pasangan memiliki tujuan dan juga pengaturan keuangan yang jelas. Jangan sampai Anda dan pasangan membiasakan diri untuk memisahkan dan menggunakan uang masing-masing, di mana kondisi keuangan sebelum dan sesudah menikah hampir tidak berubah.

Akan sangat tepat untuk melakukan diskusi mengenai hal ini dengan baik dan detail, di mana Anda dan pasangan bisa terbuka mengenai segala sesuatu di dalam keuangan tersebut. Tidak perlu sulit dan sungkan, simak beberapa tips di bawah ini untuk bisa melakukannya dengan baik:

1. Bicarakan Tujuan serta Kebiasaan Keuangan

bicara tujuan serta kebiasaan keuangan

Bicara Tujuan serta Kebiasaan Keuangan via expertbeacon.com

 

Setiap orang tentu memiliki kebiasaan di dalam mengatur keuangannya, termasuk Anda dan pasangan juga. Sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk membicarakan ini sejak awal, sehingga perbedaan pandangan dan berbagai hal lainnya bisa terlihat dengan jelas di sana.

Hal ini akan membantu Anda dan pasangan untuk bisa mengatur tujuan, target, serta berbagai hal lainnya yang dibutuhkan di dalam keuangan rumah tangga. Tidak perlu sungkan, sebab akan lebih baik jika sudah terbuka mengenai hal ini sejak awal.

2. Terbuka mengenai Kondisi Keuangan yang Sebenarnya

Langkah selanjutnya yang wajib untuk  dilakukan bersama pasangan adalah terbuka mengenai kondisi keuangan Anda berdua. Mulailah menghitung berbagai aset yang sedang miliki saat ini, seperti: tabungan, cek, tabungan pensiun, properti, warisan, serta berbagai hutang yang dimiliki. Lakukan hal ini dengan teliti dan berdasarkan berbagai dokumen yang Anda serta pasangan miliki.

Setelah itu, Anda dan pasangan dapat melihat jumlah kekayaan bersih yang dimiliki saat ini. Dalam waktu inilah dapat saling memberitahu berbagai hal di dalam keuangan secara detail, bahkan untuk hal-hal yang sebelumnya belum diketahui antara satu dengan yang lainnya.

3. Tentukan Tujuan Keuangan Keluarga

Keluarga baru, tentu harus disertai dengan tujuan keuangan yang baru. Anda dan pasangan dapat mendiskusikan hal ini serta menentukan tujuan keuangan keluarga Anda selama beberapa tahun ke depan. Dalam hal ini, akan sangat tepat jika menghubungi konsultan keuangan yang dapat membantu Anda dan pasangan untuk menemukan berbagai kebijakan di dalam keuangan.

4. Atur Anggaran Keuangan dengan Tepat

Akan selalu banyak perubahan di dalam keuangan setelah menikah, karena itu penting bagi Anda dan pasangan untuk membuat anggaran keuangan yang baru. Buat susunan sebuah anggaran yang cerdas dengan komposisi yang tepat, sehingga keuangan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Baca Juga : Ini Cara Modern untuk Mengatur Keuangan Pribadi

5. Atur Rekening di dalam Keluarga

Penempatan dana di dalam keuangan harus direncanakan dengan matang, termasuk penggunaan rekening yang akan dipilih. Beberapa dana mungkin harus dipisahkan dan ditempatkan pada rekening yang berbeda, sehingga Anda dan pasangan akan lebih mudah untuk mengelolanya dan menjaganya untuk tidak bercampur dengan dana lainnya. Tentukan jumlah dan juga jenis rekening yang akan digunakan, sehingga akan lebih mudah dalam mengelola keuangan.

6. Tentukan Juru Bayar di dalam Keluarga

Tentukan Juru Bayar dalam Keluarga via cnbc.com

Tentukan Juru Bayar dalam Keluarga via cnbc.com

 

Akan lebih baik jika seluruh tagihan diurus oleh satu orang saja, baik Anda atau pasangan. Hal ini akan memudahkan proses pembayaran, sebab secara khusus seseorang telah menangani semuanya sekaligus. Jangan lupa untuk membahas masalah tagihan ini secara berkala, sehingga bisa dievaluasi dengan baik dan teratur.

7. Komunikasikan Setiap Pembelanjaan dengan Jumlah Besar

Dalam keuangan, setiap pos pengeluaran tentu akan berdampak langsung pada pos lainnya, terutama jika jumlahnya cukup besar. Jangan mengambil keputusan sendiri untuk berbagai pembelanjaan dengan jumlah yang besar, ini berlaku untuk Anda dan juga pasangan. Biasakan untuk berdiskusi terlebih dahulu, terkait dengan sejumlah pembelanjaan yang besar di dalam keuangan keluarga Anda.

8. Selalu Mengambil Keputusan Bersama

Akan selalu ada kondisi di mana Anda dibutuhkan seseorang, misalnya: teman / saudara ingin meminjam sejumlah uang. Namun, selalu biasakan untuk mendiskusikan hal-hal seperti ini dengan pasangan sebelum akhirnya Anda mengambil keputusan.

Baca Juga : Cara Atur Keuangan Khusus Single Parent

9. Hubungi Akuntan / Konsultan Keuangan

Jangan lupa untuk mendatangi seorang akuntan atau ahli keuangan profesional untuk membicarakan semua hal terkait dengan keuangan Anda dan juga pasangan. Di sana Anda bisa mengkonsultasikan berbagai hal, seperti: pembagian aset, pemilihan investasi, pembayaran pajak, dan yang lainnya.

10. Berikan Kuasa kepada Pasangan

Setelah menikah, maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk memberikan hak kuasa kepada pasangan dalam mengambil berbagai keputusan legal terkait dengan aset yang Anda miliki. Namun, jangan lupa untuk memahami dengan baik, sejauh mana dan sebesar apa kuasa yang Anda berikan kepada pasangan Anda tersebut.

11. Buat Warisan yang Mencantumkan Nama Pasangan

Hal ini juga sangat penting untuk diatur sejak awal, agar Anda dan pasangan dapat menghindari berbagai kesalahpahaman di masa yang akan datang, terutama jika ternyata Anda atau pasangan telah memiliki anak sebelum pernikahan terjadi.

12. Perbarui / Revaluasi Seluruh Peraturan Asuransi

polis asuransi

Polis Asuransi via wisegeek.com

 

Jika Anda dan pasangan memiliki asuransi, baik itu asuransi pribadi atau asuransi yang merupakan fasilitas dari tempat kerja, maka hal ini wajib dilakukan. Pertimbangkan juga untuk memiliki asuransi yang baru, mengingat Anda dan pasangan telah menikah dan mungkin akan segera memiliki tanggungan baru (anak).

Susun dan Komunikasikan Sejak Awal

Setelah berumah tangga, maka bisa dipastikan kondisi keuangan akan mengalami perubahan. Hal ini perlu untuk diatur dan dikomunikasikan sejak awal, sehingga kondisi keuangan yang sebenarnya dapat diketahui dengan baik.

Dengan begitu akan lebih mudah dalam melakukan penyesuaian serta pengaturan lainnya di dalam keuangan yang dianggap perlu, termasuk menentukan tujuan dan target keuangan di masa yang akan datang.

Baca Juga : Sadari 10 Tanda Anda Sedang Bunuh Diri Secara Finansial

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar