Sabtu, 27 Mei 2017

Donald Trump bersedia kerja sama dengan Rusia dan Cina

Sabtu, 14 Januari 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Trump
Evan Vucci/AP
Sebelumnya Trump mempertanyakan Kebijakan Satu Cina pada bulan lalu, yang memicu reaksi kemarahan di media milik pemerintah Cina.

Presiden AS terpilih Donald Trump mengatakan bersedia untuk bekerja sama dengan Rusia dan Cina.

Trump mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa sanksi terbaru terhadap Rusia masih akan diberlakukan "setidaknya sampai periode tertentu" tetapi kemudian bisa dicabut.

Dia juga mengatakan bahwa Kebijakan Satu Cina, yang menyebabkan AS tak lagi mengakui Taiwan, sedang dirundingkan.

Dalam wawancaranya, Trump mengatakan sanksi terhadap Rusia dapat dicabut jika Moskow membantu Washington dalam perang melawan ekstremis Islam dan masalah lainnya.

"Jika Anda berhubungan dan jika Rusia benar-benar membantu kami, mengapa seseorang menjatuhkan sanksi jika seseorang melakukan sesuatu yang hebat?"

Dia berharap pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin dapat segera direncanakan.

Sementara itu, komite Senat AS akan menyelidiki klaim yang menyebutkan Rusia berupaya untuk mencampuri pemilihan presiden.

Berkaitan dengaan Beijing, Trump mengatakan Cina harus mengijinkan perusahaan AS untuk bersaing dengan kurs mengambang.

Tetapi dia mengatakan tidak akan menjuluki Cina sebagai manipulator mata uang setelah dia resmi dilantik.

Sebelumnya Trump mempertanyakan Kebijakan Satu Cina pada bulan lalu, yang memicu reaksi kemarahan di media milik pemerintah Cina.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar