Jumat, 22 Juni 2018 | 14:24 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Berikut adalah bisnis paling berkelanjutan di 2017

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi (sumber: Istimewa)
Ilustrasi (sumber: Istimewa)
<p>Sejak tahun 2005 lembaga riset <i>Corporate Knights</i> telah memantau dan memuat Global 100, yakni daftar perusahaan paling berkelanjutan (sustainable) di dunia. Menggunakan 14 parameter, mereka mengevaluasi pengelolaan sumber daya, keuangan dan karyawan. </p><p>Seperti dilansir <i>Forbes</i>, <i>Corporate Knights</i> mempertimbangkan sekitar 4000 bisnis dengan nilai pasar setidaknya 2 milyar dolar AS (sekitar 27 trilyun rupiah). Proses seleksinya saja memakan waktu hingga 1000 jam untuk edisi tahunannya. Hasil dari riset ini untuk 2017 telah dimuat dan disebarkan pada acara World Economic Forum di Davos, Swiss.&nbsp;</p><p>Nyaris sebagian besar perusahaan yang masuk kategori berkelanjutan berasal dari Eropa dan Amerika. Hanya segelintir yang berasal dari benua Asia, dengan perusahaan property dari Singapura, City Developments Ltd. yang pertama&nbsp;menembus peringkat 30 besar tahun ini yang berasal dari benua ini.&nbsp;</p><p>Siemens, sebuah raksasa industri asal Jerman dengan kepentingan bisnis dari pembangkit listrik hingga peralatan medis menempati peringkat teratas bisnis yang berkelanjutan di tahun 2017 ini. Inovasi seperti efisiensi energi dalam bidang usahanya beserta nilai tinggi di nyaris semua parameter studi merupakan penyebab keberhasilan Siemens dalam hal ini. Adanya jejak karbon yang rendah serta perputaran keluar-masuk pegawai yang rendah turut berkontribusi juga. Selain itu, Siemens memiliki dedikasi menumbuhkan segmen bisnisnya secara ramah lingkungan, seperti pemanas dan pendingin rumah yang <i>eco-friendly</i>.&nbsp;</p><p>Berikutnya adalah perusahaan asuransi asal Norwegia, Storebrand ASA yang mendapat peringkat kedua dengan skor tinggi di hampir semua parameter yang diukur. Gaji eksekutif di perusahaan ini mendapat perhatian khusus. Direktur Utama perusahaan "hanya" memperoleh penghasilan 12 kali lipat lebih besar dari rata-rata karyawan. Sebagai perbandingan bisnis yang masuk dalam indeks MSCI <i>All Country World Index</i> (ACWI), para Dirut memperoleh remunerasi hingga 115 kali rata-rata karyawannya.&nbsp;</p><p>Benua Amerika dengan diwakili oleh raksasa teknologi informasi Cisco menempati peringkat ketiga dengan hasil yang amat baik dalam hal keragaman pegawai: sebanyak 38 persen eksekutif senior merupakan perempuan (dibanding hanya 21 persen dari indeks ACWI).</p><p>Faktor-faktor lain menjadi sorotan bagi usaha yang berkelanjutan. Antara lain keterkaitan penerimaan bonus eksekutif senior jika perusahaan mencapai target-target keberlanjutannya. Di antara perusahaan yang masuk daftar Global 100, rata-rata perbedaan gaji Dirut dan karyawan adalah 80 kali; sementara untuk indeks ACWI (yang dianggap mewakili seluruh dunia) adalah 115 kali.&nbsp;</p><p>Untuk besaran pensiun, bisnis dalam Global 100 berkontribusi 2 kali lipat bisnis secara umum. Selain itu 28 persen posisi Direksi di bisnis Global 100 ditempati perempuan, dibanding hanya 21 persen untuk rata-rata bisnis menurut indeks ACWI. Usaha dalam Global&nbsp; 100 juga 25 persen lebih hemat energi.&nbsp;</p><p>Ternyata menjadi usaha berkelanjutan juga tidak memakan biaya yang lebih sehingga menggerogoti keuntungan. Berdasarkan nilai saham bisnis yang masuk Global 100 ternyata pengembalian yang diperoleh jika menilik kurun waktu antara 2005 - 2016, para bisnis berkelanjutan justru menghasilkan nilai tambah sebesar 24 persen dibandingkan bisnis biasa.&nbsp;</p><p>Amerika Serikat terwakili paling banyak di indeks Global 100 dengan 19 perusahaan. Sementara negara lain&nbsp;terwakili masing-masing: Prancis (12), Inggris (11), Kanada (6), Jerman (6) dan Belanda (5).</p><p><br></p><p>Berikut adalah 10 perusahaan dengan bisnis paling berkelanjutan menurut indeks Global 100:&nbsp;</p><p><br></p><p>1. Siemens AG | Jerman | Industri</p><p>2. Storebrand ASA | Norwegia | Keuangan</p><p>3. Cisco Systems Inc | Amerika Serikat | Teknologi Informasi</p><p>4. Danske Bank A/S | Denmark | Keuangan</p><p>5. Ing Group | Belanda |&nbsp;Keuangan</p><p>6. Commonwealth Bank of Australia | Australia | Keuangan</p><p>7. Koninklijke Philips NV | Belanda | Industri</p><p>8. Johnson &amp; Johnson | Amerika Serikat| Kesehatan</p><p>9. Koninklijke DSM NV | Belanda | Kesehatan, Nutrisi dan Material</p><p>10. Enagas SA | Spanyol | Perusahaan Umum Gas</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 22 Juni 2018 - 14:14 WIB

Luhut: Musibah Danau Toba karena kurang disiplin

Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com