Rabu, 23 Agustus 2017

PLN Kupang belum siap manfaatkan kapal listrik

Senin, 23 Januari 2017 17:20

Ayo berbagi!

Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur Nelson Matara menilai, PT PLN Kupang belum siap memanfaatkan energi listrik yang bersumber dari Kapal Listrik asal Turki Marine Vessel Power Plant yang saat ini berlabuh di kawasan Bolok.

"Kesimpulannya adalah PLN belum siap memanfaatkan kapal listrik. Kalau PLN itu sudah benar-benar siap, maka listrik tidak perlu padam lagi seperti saat ini," kata Nelson Matara di Kupang, Senin (23/1).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan keluhan masyarakat soal pemadaman listrik yang masih saja terus terjadi, pascaperesmian Kapal Listrik asal Turki Marine Vessel Power Plant oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2016 lalu.

Masyarakat di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang masih mengeluhkan listrik padam, terutama pada sedang terjadi hujan disertai petir dan kilat.

"Kelebihan daya juga listrik padam. Ada petir, listrik padam. Ini berarti PLN Kupang belum siap untuk menerima suplay listrik dengan tegangan tinggi," katanya, seperti dikutip Antara.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini mengatakan, selama ini PLN selalu melakukan pemadaman listrik dengan alasan kekurangan daya yang disuplai dari pembangkit listrik tenaga diesel Tenau maupun PLTU Bolok.

Masalah kekurangan daya ini kemudian diatasi dengan mendatangkan Kapal Listrik asal Turki Marine Vessel Power Plant.

"Sekarang sudah ada kapal listrik yang bisa mensuplai daya listrik untuk seluruh Pulau Timor tetapi kalau kita tidak bisa manfaatkan, mubazir," katanya.

Nelson Matara menambahkan, rencana bantuan kapal listrik oleh Presiden Joko Widodo ini sudah sejak dua tahun silam, sehingga mestinya PLN sudah menyiapkan infrastruktur jauh-jauh hari sebelum kapal datang.

Dengan demikian, infrastruktur jaringan sudah benar-benar siap untuk mendukung suplai listrik dari kapal pembangkit, katanya.

Dia meminta PLN Kupang untuk tidak memaksakan diri, tetapi meminta bantuan dari pusat atau daerah lain yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah kelistrikan, agar listrik yang sudah disiapkan pemerintah ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat dan investasi.

"Tidak perlu memaksakan diri untuk menangani sendiri. Minta bantuan supaya listrik yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal. Jangan sia-siakan bantuan pemerintah," kata Nelson Matara.

Kapal Listrik asal Turki Marine Vessel Power Plant berkemampuan membangkitkan energi listrik 120 MW, namun hanya dimanfaatkan 60 MW sesuai dengan kontrak.

Dengan daya 60 MW, bisa melayani 230 ribu pelanggan rumah tangga di pulau Timor mulai dari Kupang hingga Kabupaten Belu, Keberadaan kapal listrik tersebut di Kupang juga dalam rangka untuk membangun PLTU berkapasitas 2x30 mw milik pihak swasta di kawasan industri Bolok.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar