Kiri Kanan
Stikes Jayapura teken kerjasama dengan St. Paul University Philippines
Elshinta
Rabu, 01 Februari 2017 - 06:30 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
 Stikes Jayapura teken kerjasama dengan St. Paul University Philippines
<p>Pesatnya perkembangan dunia pendidikan di bidang kesehatan di Indonesia khususnya di Jayapura membuat Stikes Jayapura merasa perlu mengadakan kerjasama baik di dalam maupun di luar negeri.<br><br><br>Salah satunya yang dilakukan hari ini, Rabu (25/1) Stikes Jayapura bersama perguruan tinggi St. Paul University Philippines telah &nbsp;melaksanakan penanandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) selama 5 tahun.<br><br><br>Ketua Yayasan Stikes Jayapura, Dra. Maria Sumartini, M.Si mengatakan, pihaknya tertarik kerjasama dengan University Philippines ini karena yakin university ini mepunyai reputasi yang bagus dan yang &nbsp;menarik lagi adalah bahwa pelajar di sana punya waktu lebih cepat<br> menyelesaikan study contohnya salah satu dosen sudah menjadi alumni University Philippines. <br><br><br>“Beberapa tahun lalu Stikes Jayapura ini telah menyekolahkan satu &nbsp;dosen di Philippines yang di biayai oleh sekolah. Dalam satu setengah tahun sudah selesai menyelesaikan sekolahnya dan pulang kembali ke sekolah ini mengajar jika dibandingkan dengan tugas belajar di <br>Indonesia, ini yang menarik bagi saya,” katanya kepada wartawan termasuk Kontributor elshinta, Aman Hasibuan, di Stikes Jayapura.<br><br><br>Oleh karena itu, ke depan sesuai dengan kesepakatan dalam MoU pada &nbsp;tahun 2017 akan melakukan study lanjut bagi tenaga-tenaga pengajar yang masih S1 untuk sekolah di Philippines, dan kami akan memberikan &nbsp;dorongan pada dosen-dosen ini agar bisa tembus sekolah disana.<br>“Memang dalam kerjasama pendidikan ini kami lebih khusus pada dosen, tetapi kami kedepan juga akan menawarkan kepada masyarakat bahwa Stikes punya MoU dengan university Philippines misalnya lulusan Uncen S1 bisa kami bantu untuk fasilitasi dalam melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut.” ujarnya.<br><br><br>Menurutnya, bahwa lulusan dari University Philippines ini sudah diakui oleh Dikti pun sudah diakui, jadi betul-betul legal, dan nantinya mereka setelah lulus dari sana akan medapat gelar MSN atau master keperawatan. “Selama kerjasama ini kami akan join di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan Stikes akan melakukan studi &nbsp;banding ke Philippines karena kami ingin melihat sitem di sana untuk dipelajari agar manajemen Stikes ini bisa lebih bagus ke depan.<br><br><br>“Kita harapkan setelah kerjasama ini Stikes bisa mampu meluluskan lulusan yang benar-benar itu menjadi kebutuhan penggunana lulusan atau menjawab kebutuhan rumah sakit maupun pemerintah,” ungkapnya seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Aman Hasibuan.</strong></i><br><br><br>Ia mengatakan, pihaknya berencana akan mengirimkan tiga orang dosen perawat, mudah-mudah mereka bisa mengikuti pendidikan di university tersebut, sebab ini merupakan pertama kali bagi Stikes bekerjasama dengan universitas luar negeri.<br><br><br>Sementara itu President of the St. Paulus University Philippines Sr. Marceditas. O. Ang, SPC, Phd mengungkapkan, alasan University Philippines tertarik bekerjasama dengan Stikes Jayapura karena sudah alumni kampus tersebut, sehingga berniat untuk membantu agar Stikes <br>ini bisa berkembang lebih bagus lagi ke depan dalam meluluskan tenaga kebidangan dan keperawatan di Jayapura.<br><br><br>“Kami tertarik kerjasama dengan Stikes karena sudah ada alumni St. Paulus University Philippines untuk mejadi di Stikes ini menjadi dosen,”tuturnya.<br><br><br>Ia mengatakan, pihaknya akan membantu Stikes dalam pendidikan keperawatan, kebidanan, sehingga bisa menjawab semua kebutuhan daerah setempat. Dengan harapan sekolah ini lebih bagus lagi seperti sekolah di Jakarta, Banjarmasin, Samarinda, Makassar dan daerah lainnya.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Surabaya salurkan 702 beasiswa untuk mahasiswa
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pemerintah Kota Surabaya hingga saat ini telah menyalurkan sebanyak 702 beasiswa untuk mahasiwa dari...
198 guru di Sleman terima sertifikat pendidik
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebanyak 198 guru yang terdiri atas 97 guru non-pegawai negeri sipil dan 101 guru PNS di Kabupaten S...
Kemristekdikti: Dosen asing bukan ancaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan keb...
 Dugaan korupsi buku paket SD di Kota Depok dilaporkan ke KPK
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Corruption Wacth Independent (CWI) melaporkan adanya dugaan korupsi dana pengadaan buku paket belaja...
Mendikbud: UNBK tidak rugikan siswa
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan penyelenggaraan ujian nasional berbasi...
456 warga putus sekolah Biak ikuti UNPK
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebanyak 456 warga Kabupaten Biak Numfor, Papua yang putus sekolah dijadwalkan mengikuti Ujian Nasio...
Mendikbud: Pendidikan siswa menikah tidak boleh berhenti
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa hak anak untuk menda...
Pasangan Rindu janji tingkatkan kualitas pendidikan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Kualitas pebdidikan di Jawa Barat dinilai masih perlu ditingkatkan. Salah satu diantaranya rasio dan...
Kemristekdikti: Dosen asing akan dukung penelitian di kampus
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dosen-dosen asing yang bekerja di Tanah Air nantinya akan berkolaborasi dan membantu para pengajar l...
44 SMP di Purwakarta gelar UNBK menumpang di sekolah lain
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebanyak 48 sekolah tingkat SMP di Purwakarta Jawa Barat menggelar UNBK, namun baru 4 sekolah yang m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)