Selasa, 26 September 2017

Wabah demam kuning, Brasil pesan 11,5 juta vaksin

Kamis, 26 Januari 2017 10:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Kementerian Kesehatan Brasil memesan 11,5 juta ampul vaksin demam kuning guna mengatasi wabah di negara tersebut.

Data pemerintah Brasil menunjukkan telah terjadi 70 kasus demam kuning, termasuk 40 di antaranya yang berujung pada kematian, dan 300 kasus yang kini sedang diselidiki. Sebagian besar kasus berada di daerah pedalaman Negara Bagian Minas Gerais.

Selain di Minas Gerais, sebanyak tiga kasus demam kuning juga terlacak di Sao Paulo, negara bagian terpadat di Brasil. Lalu ada dua kasus, masing-masing di Negara Bagian Espiritu Santo dan Bahia, tetangga Minas Gerais.

Gubernur Negara Bagian Minas Gerais mendeklarasikan status darurat selama 180 hari untuk menanggapi wabah demam kuning, penyakit mematikan yang ditularkan melalui nyamuk.

Vaksinasi sangat dianjurkan untuk setiap orang yang bepergian ke negara bagian tersebut.

Sejauh ini sekitar 5,5 juta ampul vaksin telah dikirim ke lima negara bagian yang terkonfirmasi memiliki lima kasus demam kuning ataupun berisiko terpapar. Sebanyak enam juta ampul yang dipesan akan tiba dalam waktu dekat.

Belum jelas sampai sekarang apa yang menyebabkan lonjakan kasus demam kuning, mengingat kasus penyakit itu selalu dalam jumlah kecil selama beberapa tahun terakhir.

Jimmy Whitworth, profesor kesehatan masyarakat internasional di London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengaku wabah demam kuning di Brasil "tidak biasa".

"Semakin banyak kasus yang terjadi, semakin besar peluang wabah itu akan melonjak dan berkembang di wilayah perkotaan," kata Whitworth.

Aparat Brasil, menurutnya, menanggapi situasi ini dengan sangat serius dan tampaknya stok vaksin yang tersedia mencukupi.

Apakah yang dimaksud dengan demam kuning?

  • Demam kuning disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk
  • Demam kuning sulit didiagnosa dan kadang disalahartikan sebagai penyakit lain atau demam biasa
  • Kebanyakan orang pulih pada fase pertama yang biasanya mencakup gejala demam, nyeri otot dan punggung, pusing, menggigil, kehilangan nafsu makan, dan muntah.
  • Sekitar 15% pasien mengalami fase kedua yang mencakup demam tinggi, kulit menguning, pendarahan, dan penurunan fungsi ginjal.
  • Setengah dari seluruh pasien yang masuk ke dalam fase berbahaya biasanya akan meninggal dunia dalam kurun 10 hingga 14 hari.

Sumber: WHO

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar