Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Ini persiapan Polri amankan Pilkada serentak 2017

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: NTMC Polri
Ilustrasi. Foto: NTMC Polri
<p>Polri telah menyiapkan sebanyak 70 ribu personel kepolisian untuk melakukan pengamanan Pilkada serentak 2017.&nbsp;</p><p>Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, jika terdapat keributan di daerah terkait Pilkada, maka kepala kepolisian daerah (Kapolda) maupun Kapolres wilayah keributan, akan diganti.</p><p>Tito mengaku tidak bisa menggeneralisir kerawanan di tiap wilayah. Dia menyerahkan sepenuhnya ke polisi di setiap wilayah masing-masing. </p><p>"Yang terpenting bagi saya, saya tidak boleh salah menilai,” kata Tito dalam Rapim Polri T.A 2017, Rabu lalu, dikutip <i>NTMC Polri,</i> Kamis (26/1).</p><p>Tidak hanya persiapan personel, pemetaan daerah rawan konflik pun telah dilakukan oleh Polri. Untuk daerah yang aman, Polri memberikan kode dengan warna hijau, sementara yang dianggap rawan diberikan kode kuning dan merah.</p><p>Kekuatan personel pengamanan pun diketahui pula disesuaikan bagi kode daerah. Seperti halnya kode hijau, personel akan disiagakan secukupnya. "Namun bukan berarti kekuatan secukupnya itu lemah," terang Tito.</p><p>Ia menyebutkan, penambahkan pasukan untuk pengamanan Pilkada serentak dapat diberlakukan dengan tergantung dinamika yang terjadi di lapangan. "Pastinya untuk masalah pengamanan Pilkada Serentak 2017 ini akan dilakukan secara all out," pungkasnya.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Polri telah menyiapkan sebanyak 70 ribu personel kepolisian untuk melakukan pengamanan Pilkada serentak 2017.&nbsp;</p><p>Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, jika terdapat keributan di daerah terkait Pilkada, maka kepala kepolisian daerah (Kapolda) maupun Kapolres wilayah keributan, akan diganti.</p><p>Tito mengaku tidak bisa menggeneralisir kerawanan di tiap wilayah. Dia menyerahkan sepenuhnya ke polisi di setiap wilayah masing-masing. </p><p>"Yang terpenting bagi saya, saya tidak boleh salah menilai,” kata Tito dalam Rapim Polri T.A 2017, Rabu lalu, dikutip <i>NTMC Polri,</i> Kamis (26/1).</p><p>Tidak hanya persiapan personel, pemetaan daerah rawan konflik pun telah dilakukan oleh Polri. Untuk daerah yang aman, Polri memberikan kode dengan warna hijau, sementara yang dianggap rawan diberikan kode kuning dan merah.</p><p>Kekuatan personel pengamanan pun diketahui pula disesuaikan bagi kode daerah. Seperti halnya kode hijau, personel akan disiagakan secukupnya. "Namun bukan berarti kekuatan secukupnya itu lemah," terang Tito.</p><p>Ia menyebutkan, penambahkan pasukan untuk pengamanan Pilkada serentak dapat diberlakukan dengan tergantung dinamika yang terjadi di lapangan. "Pastinya untuk masalah pengamanan Pilkada Serentak 2017 ini akan dilakukan secara all out," pungkasnya.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com