Rabu, 26 April 2017

Stephen Hawking: Manusia tidak bisa bertahan di Bumi 1.000 tahun lagi

Selasa, 28 April 2015 10:29

Penampilan Stephen Hawking di Sydney Opera House menggunakan teknologi holographic.( Prudence Upton) Penampilan Stephen Hawking di Sydney Opera House menggunakan teknologi holographic.( Prudence Upton)
Ayo berbagi!

Fisikawan terkenal Prof Stephen Hawking mengatakan bahwa manusia tidak akan bisa bertahan selama 1.000 tahun lagi kecuali jika keluar dari planet bumi.

Hawking membuat pernyataan tersebut dalam paparannya pertama kali di Sydney Opera House, Australia, dimana dia muncul lewat penggunaan teknologi holographic dari kantornya di Universitas Cambridge, Inggris.

"Kita harus terus melakukan eksplorasi ruang angkasa bagi masa depan kemanusiaan," kata Hawking. "Menurut saya, kita tidak akan bisa bertahan 1.000 tahun lagi kalau kita tidak keluar dari planet yang rentan ini."

Hawking disorot oleh dua kamera untuk menciptakan efek holographic dengan rekaman itu dikirim dulu ke San Jose di Amerika Serikat untuk diproses, sebelum kemudian dikirim ke Sydney Opera House.

Tiket kuliahnya yang berlangsung hari Sabtu dan Minggu lalu itu terjual habis. Para peserta antusias mendengarkan pendapat fisikawan berusia 73 tahun tersebut mengenai planet, lubang hitam, dan sejarah waktu.

"Saya ingin berbagi semangat saya guna melihat bumi dan planet di sekeliling kita, jadi lihatlah terus ke langit, jangan melihat ke bawah ke kaki kita," kata Hawking.

"Cobalah mengerti apa yang anda lihat, dan bertanya-tanya mengapa semua ini ada. Cobalah terus bertanya. Kadang hidup memang sulit, namun selalu saja ada yang bisa kita lakukan dan kemudian kita berhasil melakukannya," paparnya.

Stephen Hawking diperkenalkan di panggung oleh putrinya sendiri, - pengarang Lucy Hawking yang berada di Sydney - dan profesor fisika ini juga bisa bercanda selama kuliah tersebut.

Hawking sempat ditanya, "Apa menurut anda dampak kosmologis dari keputusan Zayn Malik meninggalkan One Direction, sehingga membuat jutaan ABG di seluruh dunia patah hati?"

Hawking menjawab, "Akhirnya ada juga pertanyaan mengenai sesuatu yang penting."

Professor John Webb, direktur dan salah satu pendiri Big Questions Institute di University of New South Wales (UNSW), yang menjadi pemrakarsa inisiatif ini dimana dia bersama dengan Hawking ingin menjawab berbagai pertanyaan sains yang belum terjawab.

" Dia (Hawking) khawatir akan masa depan ras manusia. Anda tahu bahwa manusia itu pada dasarnya bersifat agresif," kata Webb.

Ditambahkan, "Itu pada awal sejarah memungkinkan manusia menemukan makanan, dan hal lainnya, namun dia berpendapat sifat agresif itu sekarang bisa juga menjadi penyebab kehancuran manusia."

"Dan saya kira dia menyebutkan batas waktu itu agar kita menyadari bahwa kita harus bisa lebih menguasai apa yang kita lakukan."

Webb mengatakan dia berharap penampilan Hawking ini akan membuat lebih banyak generasi baru terlibat dalam penemuan di bidang sains.

"Kami ingin menghimbau anak-anak muda untuk menekuni sains dan ingin mendesak pemerintah memberikan lebih banyak dana bagi pengembangan sains dasar."

Prof Webb mengatakan bahwa pengembangan teknologi baru memerlukan waktu.

"Masalah dengan sains dasar, sesuatu yang ditekuni oleh Stephen Hawking adalah tidak ada hasil yang segera kentara." kata Webb.

"Pemerintah cenderung berpikir jangka pendek, dan ini tidak membantu dalam soal pendanaan sains murni. Kami ingin orang tertarik dengan sains, membawa lebih banyak pemikiran ke dalam sains, dan ingin pemerintah menyadari bahwa banyak hal yang menarik di dalam sains, sehingga juga ada nilai poliitknya." kata Webb. (AustraliaPlus)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar