Kamis, 23 November 2017

7 Poin Penting dalam Rujukan BPJS Kesehatan

Selasa, 31 Januari 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/7-poin-penting-dalam-rujukan-bpjs-kesehatan courtesy https://www.cermati.com/artikel/7-poin-penting-dalam-rujukan-bpjs-kesehatan
Ayo berbagi!

Bagi Anda pengguna layanan BPJS Kesehatan, tentu akan sangat penting untuk memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai layanan ini. Demi kelancaran proses di dalam pelayanan BPJS Kesehatan, Pemerintah telah menerapkan sejumlah aturan yang akan memudahkan peserta untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik. Inilah yang kemudian harus menjadi perhatian penting bagi Anda selaku peserta agar semua proses penggunaan layanan tersebut bisa dinikmati dengan maksimal.

Salah satu hal yang sering kali dianggap menjadi proses yang sulit dan berbelit-beli adalah sistem rujukan yang ada di dalam layanan BPJS Kesehatan. Sebagian besar masyarakat menganggap hal ini terbilang rumit dan menghabiskan banyak waktu. Karena itu, mereka sering mengeluhkan berbagai hal terkait dengan rujukan tersebut.

Jika dipahami dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, perihal rujukan dalam BPJS Kesehatan bukanlah hal yang rumit selama semua ketentuan dijalankan dengan tepat. Kini keberadaan BPJS Kesehatan telah menjadi bagian penting dalam masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sangat tepat bila sejak awal Anda memiliki pemahaman yang tepat soal layanan tersebut secara detail.

Luangkan waktu Anda untuk memahami sistem rujukan di dalam BPJS dengan baik sehingga penggunaannya memberi manfaat yang maksimal. Simak beberapa tips di bawah ini ketika berhadapan dengan aturan rujukan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan, Apa Kelebihan dan kekurangannya?

1.  Kenali dan Pahami Aturan Faskes I dengan Tepat

Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

Faskes I adalah Tempat Pertama yang Dilalui Jika Berobat dengan BPJS  via capitaproperty.co.uk

 

Fasilitas Kesehatan Pertama (Faskes I) adalah ujung tombak di dalam layanan BPJS Kesehatan. Sebab semua pasien yang berobat akan melalui Faskes I terlebih dahulu. Ketahui aturannya sejak awal karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses pengobatan yang akan Anda lakukan.

Di bawah ini beberapa hal terkait Faskes yang harus Anda pahami dengan baik dan benar agar semua proses di dalam layanan BPJS Anda menjadi lancar.

  • Faskes I merupakan tempat pertama yang akan Anda datangi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Artinya, Anda tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit atau dokter spesialis tanpa melalui Faskes I terlebih dahulu, kecuali kondisi darurat.
  • Faskes ini tidak bisa sembarangan dipilih karena pilihan Faskes telah tertera di dalam kartu peserta BPJS milik Anda.

Begitu pentingnya keberadaan Faskes I di dalam layanan BPJS sehingga wajib bagi Anda untuk memahami hal tersebut dengan baik dan benar sejak awal.

2. Proses Pemilihan Faskes I

Mengingat keberadaan Faskes I ini sangat penting bagi kelancaran proses berobat, selalu pastikan untuk memilih Faskes yang tepat dan berada pada jangkauan yang dekat dari tempat tinggal. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk lebih mudah dalam mengakses layanan kesehatan yang maksimal. Dan pastikan juga kriteria Faskes I sesuai dengan kebutuhan sehingga Anda lebih mudah dalam mengakses layanan di sana.

Setidaknya, pertimbangkan beberapa poin di bawah ini saat akan memilih Faskes I.

  • Lokasi Faskes I dengan tempat tinggal Anda.
  • Jam operasionalnya.

Ini bila Anda menggunakan layanan Puskesmas sebagai Faskes I. Sebab jam operasionalnya terbatas, bahkan harinya juga.

  • Kelengkapan fasilitas kesehatan di sana, baik itu fasilitas operasional maupun ketersediaan staf lainnya.

Setiap orang tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terkait dengan layanan yang tersedia di Faskes I. Karena itu, selalu pastikan Faskes pilihan Anda dapat memenuhi semua kriteria dan kebutuhan layanan kesehatan dengan baik.

3. Perbedaan Alamat KTP dengan Alamat Faskes I

e-KTP

KTP Elektronik atau e-KTP via hallobogor.com

 

Meskipun alamat di KTP berbeda dengan alamat Faskes I yang akan Anda pilih, hal ini tetap akan dimungkinkan selama Anda mendaftarkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kasus seperti ini cukup banyak terjadi. Peserta tinggal dan bekerja di wilayah yang berbeda dengan alamat KTP-nya. Jika sudah memilih dan mendaftarkan Faskes yang sesuai dengan pilihan, Anda bisa menikmati layanan kesehatan sebagaimana biasanya di Faskes pilihan Anda tersebut.

4. Ingin Mengakses Layanan BPJS Kesehatan di Luar Kota

Hal seperti ini sangat mungkin terjadi. Anda membutuhkan layanan kesehatan saat berada di luar kota. Tidak perlu khawatir karena layanan BPJS Kesehatan berlaku secara nasional sehingga bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Apabila mengalami hal seperti ini, segera datangi kantor BPJS terdekat dan sampaikan keinginan Anda untuk berobat. Petugas BPJS akan menunjukkan Faskes I mana yang bisa Anda datangi untuk mendapatkan layanan kesehatan tersebut.

5. Berobat Tanpa Rujukan

UGD Rumah Sakit

Penanganan Unit Gawat Darurat (UGD) via pikhospital.co.id

 

Hal seperti ini akan dilayani BPJS Kesehatan selama kondisi pasien memang dalam keadaan darurat dan sangat membutuhkan layanan kesehatan yang tidak tersedia di Faskes I. Walaupun tempat layanan kesehatan pertama yang mesti dilalui, Faskes I memiliki berbagai fasilitas dan SDM yang masih terbatas. Karena itu, tak menutup kemungkinan kasus seperti ini akan terjadi di mana pasien tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai di Faskes I.

Pada kasus darurat ini, pasien dapat segera menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa harus membawa surat rujukan dari Faskes I. Dalam hal ini, pasien tidak mesti mendatangi Faskes I terlebih dahulu, tetapi bisa langsung ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan, bahkan ke rumah sakit yang tidak memiliki kerja sama dengan BPJS sekalipun.

6. Mungkinkah Klaim Reimbursement Dilakukan di BPJS?

BPJS Kesehatan berbeda dengan asuransi lainnya. Anda akan diminta membayar terlebih dahulu sejumlah tagihan berobat Anda. Kemudian mengklaim/reimbursement tagihan tersebut ke perusahaan asuransi. Di dalam layanan BPJS Kesehatan, Anda akan berobat pada Faskes I yang ditunjuk atau mendapatkan rujukan ke rumah sakit besar lainnya. Di sana Anda akan mendapatkan layanan pengobatan gratis karena ditanggung langsung oleh BPJS Kesehatan. Artinya, Anda tidak akan mengeluarkan sejumlah uang ketika berobat sehingga tidak ada sejumlah dana yang akan di-reimbursement ke pihak BPJS Kesehatan oleh Anda.

7. Penggantian Faskes I

Penggantian Faskes I BPJS Kesehatan

Pelayanan BPJS Kesehatan via pikhospital.co.id

 

Hal ini dimungkinkan di dalam layanan BPJS Kesehatan. Namun, Anda harus menjadi peserta selama tiga bulan terlebih dahulu. Setelah masa tersebut, Anda bisa mendatangi Kantor BPJS terdekat dan melakukan penggantian Faskes I tersebut di sana.

Baca Juga: Cara Berobat Dengan BPJS, Bagaimana Prosedurnya?

Lebih Mudah Jika Dipahami sejak Awal

Meskipun sebagian orang mengeluhkan rumitnya rujukan yang ada di dalam BPJS Kesehatan, bukan berarti hal tersebut benar-benar rumit dan sulit dilakukan. Pahami segala ketentuan rujukan tersebut dengan baik dan benar sehingga berbagai hal yang dibutuhkan saat berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan akan menjadi lebih mudah dan lancar.

Baca Juga: Inilah yang Perlu Dipahami Apabila Peserta BPJS Meninggal Dunia

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar