Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0093

Satelit Telkom 3S solusi pemerataan akses informasi ke peloksok tanah air

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Ist
Ilustrasi. Foto: Ist
<p>Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, M Ridwan Effendi, mengatakan, satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang akan diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis, 14 Februari 2017 waktu setempat atau 15 Februari WIB, dinilai menjadi solusi utama mengatasi kesenjangan digital di Indonesia.</p><p>"Peluncuran satelit Telkom 3S sangat ditunggu masyarakat karena bisa memeratakan layanan telekomunikasi hingga daerah terpencil dan pelosok di Tanah Air," katanya, di Jakarta, Senin (6/2).</p><p>Menurut Effendi, kehadirannya satelit Telkom 3S menjadi solusi menyambungkan Indonesia yang didominasi pulau-pulau karena jaringan kabel serat optik atau gelombang mikro di daratan tidak bisa menjangkau seluruh wilayah di negara ini.</p><p>"Berbeda dengan satelit, cakupannya bisa menjangkau seluruh Indonesia ditambah dengan sebagian besar wilayah tetangga," katanya.</p><p>Sebelumnya, Direktur Network, IT, & Solution PT Telkom, Abdus Arief, mengatakan, peluncuran satelit Telkom 3S menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan sewa dari satelit asing.</p><p>Meski PT Telkom sudah memiliki dua satelit yang ada, namun masih memerlukan tambahan kapasitas, sehingga harus menyewa lagi dari satelit milik asing.</p><p>"Indonesia menjadi negara kedua pertama di dunia yang meluncurkan satelit pada 1976. Sejak itu sampai sekarang, kita selalu beli satelit. Kami harap dalam 5-10 tahun lagi, Indonesia bisa membuat satelit sendiri," ujarnya.</p><p>Ia menambahkan, Indonesia terus membutuhkan satelit, mengingat negeri ini merupakan negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17.000 pulau di seluruh Indonesia. Pembangunan jaringan seluler dan serat optik masih dirasa sulit untuk menjangkau daerah terpencil.</p><p>Meski tidak digunakan langsung ke pemakai akhir, satelit merupakan jaringan backbone atau pendukung jaringan seluler dan serat optik. Cakupan satelit sangat luas dan memperkuat pengiriman jaringan telekomunikasi kepada masyarakat.</p><p>Rencananya, satelit Telkom 3S akan menempati slot orbit 118 derajat bujur timur, yang posisinya kira-kira di atas Kota Makassar atau bisa disebut di tengah-tengah bentang Indonesia, dengan masa operasi dari satelit T3S diperkirakan 18 tahun memiliki kapasitas 49 transponder, terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).</p><p>Satelit Telkom 3S yang dibuat Thales Alenia Space (TAS) dan akan diluncurkan ArianeSpace ini, merupakan satelit pertama Telkom yang dilengkapi dengan spektrum Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 dan Telkom-2 semuanya "bermain" di C-band dan atau extended C-band.</p><p>Telkom rencananya akan memindahkan kapasitas C-Band di Satelit Telkom-2 ke Telkom 3S. Untuk extended C-band akan diisi dari pemindahan transponder yang selama ini disewa Telkom dari satelit asing.</p><p>"Khusus untuk Ku-band, akan diisi dari pemindahan transponder satelit asing maupun dari penjualan baru. Dengan rencana penggunaan transpondernya maka pada tahun pertama diestimasikan untuk satelit T3S akan langsung terisi 90 pewrsen dari kapasitasnya. Jarang ada operator satelit bisa mencapai tingkat monetizing yang demikian cepat," ujarnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, M Ridwan Effendi, mengatakan, satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang akan diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis, 14 Februari 2017 waktu setempat atau 15 Februari WIB, dinilai menjadi solusi utama mengatasi kesenjangan digital di Indonesia.</p><p>"Peluncuran satelit Telkom 3S sangat ditunggu masyarakat karena bisa memeratakan layanan telekomunikasi hingga daerah terpencil dan pelosok di Tanah Air," katanya, di Jakarta, Senin (6/2).</p><p>Menurut Effendi, kehadirannya satelit Telkom 3S menjadi solusi menyambungkan Indonesia yang didominasi pulau-pulau karena jaringan kabel serat optik atau gelombang mikro di daratan tidak bisa menjangkau seluruh wilayah di negara ini.</p><p>"Berbeda dengan satelit, cakupannya bisa menjangkau seluruh Indonesia ditambah dengan sebagian besar wilayah tetangga," katanya.</p><p>Sebelumnya, Direktur Network, IT, & Solution PT Telkom, Abdus Arief, mengatakan, peluncuran satelit Telkom 3S menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan sewa dari satelit asing.</p><p>Meski PT Telkom sudah memiliki dua satelit yang ada, namun masih memerlukan tambahan kapasitas, sehingga harus menyewa lagi dari satelit milik asing.</p><p>"Indonesia menjadi negara kedua pertama di dunia yang meluncurkan satelit pada 1976. Sejak itu sampai sekarang, kita selalu beli satelit. Kami harap dalam 5-10 tahun lagi, Indonesia bisa membuat satelit sendiri," ujarnya.</p><p>Ia menambahkan, Indonesia terus membutuhkan satelit, mengingat negeri ini merupakan negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17.000 pulau di seluruh Indonesia. Pembangunan jaringan seluler dan serat optik masih dirasa sulit untuk menjangkau daerah terpencil.</p><p>Meski tidak digunakan langsung ke pemakai akhir, satelit merupakan jaringan backbone atau pendukung jaringan seluler dan serat optik. Cakupan satelit sangat luas dan memperkuat pengiriman jaringan telekomunikasi kepada masyarakat.</p><p>Rencananya, satelit Telkom 3S akan menempati slot orbit 118 derajat bujur timur, yang posisinya kira-kira di atas Kota Makassar atau bisa disebut di tengah-tengah bentang Indonesia, dengan masa operasi dari satelit T3S diperkirakan 18 tahun memiliki kapasitas 49 transponder, terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).</p><p>Satelit Telkom 3S yang dibuat Thales Alenia Space (TAS) dan akan diluncurkan ArianeSpace ini, merupakan satelit pertama Telkom yang dilengkapi dengan spektrum Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 dan Telkom-2 semuanya "bermain" di C-band dan atau extended C-band.</p><p>Telkom rencananya akan memindahkan kapasitas C-Band di Satelit Telkom-2 ke Telkom 3S. Untuk extended C-band akan diisi dari pemindahan transponder yang selama ini disewa Telkom dari satelit asing.</p><p>"Khusus untuk Ku-band, akan diisi dari pemindahan transponder satelit asing maupun dari penjualan baru. Dengan rencana penggunaan transpondernya maka pada tahun pertama diestimasikan untuk satelit T3S akan langsung terisi 90 pewrsen dari kapasitasnya. Jarang ada operator satelit bisa mencapai tingkat monetizing yang demikian cepat," ujarnya.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com