Cara biasa siapkan nasi ternyata sebabkan arsenik mengendap
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Mario Vau | Editor : Administrator
Ilustrasi (sumber: Istimewa)
<p>Sejumlah eksperimen mengindikasikan bahwa cara konvensional menanak nasi dapat membahayakan ke sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker. Jutaan orang berpotensi terkena dampak dari memasak nasi dengan cara kurang tepat, menurut sejumlah ilmuwan. </p><p>Dalam beberapa percobaan yang dilakukan, cara paling umum untuk mempersiapkan nasi - dengan memasukkan air dan beras dalam wadah serta memanaskannya hingga air menguap - ternyata kurang dalam mencegah terekspos pada sisa-sisa racun arsenik yang melekat pada beras ketika padi tengah tumbuh. Racun arsenik menumpuk karena racun industri dalam pestisida, demikian dilaporkan oleh <i>The Indepenent.</i>&nbsp;</p><p>Senyawa kimia tersebut telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, diabetes dan kanker, selain masalah-masalah perkembangan.&nbsp;</p><p>Selama ini diyakini sisa-sisa senyawa arsenik terbuang ketika nasi itu dimasak, ternyata kini diklaim oleh para peneliti bahwa hal ini terjadi dengan memadai hanya jika beras direndam air semalam suntuk.&nbsp;</p><p>Andy Meharg, profesor ilmu biologi di <i>Queens University</i>, Belfast mencoba memasak nasi&nbsp;dengan tiga cara berbeda dalam program BBC <i>Trust Me I'm a Doctor</i> untuk melihat seberapa berubahnya tingkat arsenik dalam nasi. Dalam metode pertama dia menggunakan rasio air dan beras sebanyak dua banding satu dan air sekedar menguap dalam proses memasak. Metode ini yang paling umum orang lakukan ternyata meninggalkan sisa arsenik dalam jumlah terbanyak.&nbsp;</p><p>Ketika menggunakan perbandingan air terhadap beras sebanyak lima banding satu dan kemudian mencuci kelebihan air, tingkat arsenik menurun menjadi separuhnya. Sementara dalam metode ketiga, di mana beras direndam dan ditinggalkan&nbsp;semalam suntuk, maka kadar arsenik turun hingga delapan puluh persen.&nbsp;</p><p>Jadi diketahui bahwa dari ketiga metode ini, cara teraman adalah merendam beras semalam suntuk, kemudian mencucinya dan membilas hingga air telah jernih kembali. Kemudian beras di saring dan dimasukkan dalam tempat menanak nasi dengan perbandingan air dan beras sebesar lima dibanding satu.&nbsp;</p><p><br> </p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 20 April 2018 - 04:04 WIB
<p>Siapa sih yang tidak menginginkan bentuk tubuh yang ideal dan proporsional? Banyak di antar...
Minggu, 04 Oktober 2015 - 03:40 WIB
<p>Manfaat pijat bayi sangat baik untuk merangsang dan menstimulasi bayi. Hal tersebut dikaren...
Minggu, 12 Juli 2015 - 19:40 WIB
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek meminta masyarakat tidak membuat hal-ha...
Kamis, 19 Februari 2015 - 00:51 WIB
Apa ada manfaatnya menggunakan kipas angin saat suhu udara meningkat? atau akankah itu hanya menghem...
Selasa, 17 Februari 2015 - 16:18 WIB
Sejumlah warga Australia sekarang didiagnosa menderita hepatitis A setelah makan buah beri beku yang...
Selasa, 17 Februari 2015 - 11:35 WIB
Rata-rata, tanpa perawatan, infeksi HIV perlu lima sampai 10 tahun untuk menjadi AIDS, namun kasus d...
Selasa, 17 Februari 2015 - 05:29 WIB
Lebih dari 500.000 dolar dihabiskan untuk mendidik anak-anak Canberra tentang gaya hidup sehat, seir...
Selasa, 17 Februari 2015 - 03:44 WIB
Pengembangan vaksin polio oral lebih dari 50 tahun lalu berjasa untuk membasmi penyakit itu di selur...
Selasa, 17 Februari 2015 - 00:51 WIB
Data statistik menunjukkan, jumlah orang yang didiagnosa menderita kanker di Queensland naik tiga ka...
Minggu, 15 Februari 2015 - 15:34 WIB
Air seni atau air kencing merupakan hasil sisa yang disekresikan oleh ginjal dan kemudian keluar ber...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)