Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0094

Warga Filipina tertarik kegiatan membatik di paviliun Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto : Antara
Ilustrasi. Foto : Antara
<p>Aktivitas belajar membatik yang digelar di salah satu bagian dari Paviliun Indonesia dalam ajang "24th Travel Tour Expo (TTE) Philippines 2017" menarik minat pengunjung perhelatan tersebut, sekaligus mempraktikkan salah satu budaya asli Nusantara.</p><p>"Banyak yang tertarik, kebanyakan perempuan dan umurnya biasanya beragam," kata Amrizal (36), sang pembatik yang ikut serta dalam eksibisi di Paviliun Indonesia pada hari terakhir TTP 2017 di Manila, Minggu (12/2).</p><p>Menurut Amrizal, rata-rata para pengunjung sudah tahu mengenai aktivitas membatik yang ada di Indonesia.</p><p>Dia juga mengemukakan, para peminat membatik pada hari pertama sekitar 15 orang dan hari selanjutnya meningkat menjadi sekitar 25 orang.</p><p>Dalam aktivitas membatik itu, Amrizal membimbing kepada pengunjung yang berminat antara lain untuk membuat pola dasar, mempersiapkan canting, memberi warna, serta menunggunya agar kering agar dapat diberikan kepada sang pengunjung.</p><p>Amrizal sendiri merupakan warga Batam yang belajar membatik di Yogyakarta sejak tahun 2008. Dia telah mengikuti sejumlah pameran bertaraf internasional seperti di Singapura, Vietnam, dan Australia.</p><p>Sebelumnya diwartakan, logo "Wonderful Indonesia" yang menjadi tagline dunia kepariwisataan nasional ikut menyemarakkan ajang 24th Travel Tour Expo (TTE) 2017 yang merupakan acara tahunan yang digelar di Filipina, di mana Kemenpar ikut untuk kedua kalinya.</p><p>TTE itu sendiri diselenggarakan oleh Philippine Travel Agencies Association (PTAA) atau Asosiasi Agen Wisata Filipina. Ajang tersebut digelar di SMX Convention Center Manila di Mall of Asia Complex yang merupakan salah satu kawasan bisnis terkemuka di Manila.</p><p>Acara tersebut diikuti oleh sekitar 300 eksibitor dan digelar selama tiga hari tepatnya periode 10-12 Februari.</p><p>Dalam ajang TTE itu, ada juga beragam paviliun dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dengan slogannya "Malaysia Truly Asia", serta Singapura dengan slogannya "Youre Singapore".</p><p>Di Paviliun Singapura juga ada selebaran dari maskapai negara mereka, Singapore Airlines yang menampilkan tidak hanya destinasi ke Filipina, tetapi juga negara lainnya termasuk kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.</p><p>Paviliun Indonesia juga menonjolkan sejumlah keunggulan daerah pariwisata dengan tampilan seperti bentuk kapal phinisi berukuran 60 meter persegi yang berisi 10 "booth".</p><p>Dalam booth Indonesia, ada sebanyak 20 pelaku usaha pariwisata Indonesia yang turut serta antara lain dari agen wisata, operator tour, hotelier, dan manajemen atraksi.</p><p>Para pelaku usaha itu menawarkan paket wisata kepada para pengunjung pameran antara lain dengan bermitra bersama agen wisata lokal dari Filipina.</p><p>Mereka umumnya menawarkan terkait pesona Indonesia yang telah dijabarkan Kemenpar melalui program "Top 10 Branding Destination" dan "Top 10 New Bali".</p><p>Top 10 Branding Destination adalah Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.</p><p>Sedangkan Top 10 New Bali adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Aktivitas belajar membatik yang digelar di salah satu bagian dari Paviliun Indonesia dalam ajang "24th Travel Tour Expo (TTE) Philippines 2017" menarik minat pengunjung perhelatan tersebut, sekaligus mempraktikkan salah satu budaya asli Nusantara.</p><p>"Banyak yang tertarik, kebanyakan perempuan dan umurnya biasanya beragam," kata Amrizal (36), sang pembatik yang ikut serta dalam eksibisi di Paviliun Indonesia pada hari terakhir TTP 2017 di Manila, Minggu (12/2).</p><p>Menurut Amrizal, rata-rata para pengunjung sudah tahu mengenai aktivitas membatik yang ada di Indonesia.</p><p>Dia juga mengemukakan, para peminat membatik pada hari pertama sekitar 15 orang dan hari selanjutnya meningkat menjadi sekitar 25 orang.</p><p>Dalam aktivitas membatik itu, Amrizal membimbing kepada pengunjung yang berminat antara lain untuk membuat pola dasar, mempersiapkan canting, memberi warna, serta menunggunya agar kering agar dapat diberikan kepada sang pengunjung.</p><p>Amrizal sendiri merupakan warga Batam yang belajar membatik di Yogyakarta sejak tahun 2008. Dia telah mengikuti sejumlah pameran bertaraf internasional seperti di Singapura, Vietnam, dan Australia.</p><p>Sebelumnya diwartakan, logo "Wonderful Indonesia" yang menjadi tagline dunia kepariwisataan nasional ikut menyemarakkan ajang 24th Travel Tour Expo (TTE) 2017 yang merupakan acara tahunan yang digelar di Filipina, di mana Kemenpar ikut untuk kedua kalinya.</p><p>TTE itu sendiri diselenggarakan oleh Philippine Travel Agencies Association (PTAA) atau Asosiasi Agen Wisata Filipina. Ajang tersebut digelar di SMX Convention Center Manila di Mall of Asia Complex yang merupakan salah satu kawasan bisnis terkemuka di Manila.</p><p>Acara tersebut diikuti oleh sekitar 300 eksibitor dan digelar selama tiga hari tepatnya periode 10-12 Februari.</p><p>Dalam ajang TTE itu, ada juga beragam paviliun dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dengan slogannya "Malaysia Truly Asia", serta Singapura dengan slogannya "Youre Singapore".</p><p>Di Paviliun Singapura juga ada selebaran dari maskapai negara mereka, Singapore Airlines yang menampilkan tidak hanya destinasi ke Filipina, tetapi juga negara lainnya termasuk kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.</p><p>Paviliun Indonesia juga menonjolkan sejumlah keunggulan daerah pariwisata dengan tampilan seperti bentuk kapal phinisi berukuran 60 meter persegi yang berisi 10 "booth".</p><p>Dalam booth Indonesia, ada sebanyak 20 pelaku usaha pariwisata Indonesia yang turut serta antara lain dari agen wisata, operator tour, hotelier, dan manajemen atraksi.</p><p>Para pelaku usaha itu menawarkan paket wisata kepada para pengunjung pameran antara lain dengan bermitra bersama agen wisata lokal dari Filipina.</p><p>Mereka umumnya menawarkan terkait pesona Indonesia yang telah dijabarkan Kemenpar melalui program "Top 10 Branding Destination" dan "Top 10 New Bali".</p><p>Top 10 Branding Destination adalah Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.</p><p>Sedangkan Top 10 New Bali adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com