Rabu, 29 Maret 2017

Jon: Harap perayaan Valentine jangan sampai disalahartikan

Senin, 13 Februari 2017 13:15

Foto: Effendi Murdiono Foto: Effendi Murdiono
Ayo berbagi!

Hari Valentine yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Februari tidak disalahgunakan karena hal itu akan merusak dari arti sebenarnya, dengan makna seluas-luasnya sehingga penempatan yang salah arti akan bertentangan dengan hukum.

"Valentine itu diperingati oleh setiap manusia tidak ada salahnya namun menyalahgunakan arti dari Valentine yang artinya hari kasih sayang dengan arti yang sebebas-bebasnya dalam konteks hingga melakukan hubungan seksual di luar nikah, maka arti itu ternodai," Kata Pendeta Pantekosta Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, DR. Jon Ratu, M.Pd kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Senin (13/2).

Kasih sayang dalam Valentine itu ada batasan yang tidak boleh dilanggar, sehingga makna dari Valentine tidak bertentangan dengan hukum, karena disebabkan menyalahgunakan arti kasih sayang tersebut.

Pendeta Jon memberi gambaran Valentine itu sebenarnya, dicontohkan kasih sayang orang tua kepada anak, anak kepada orang tuanya, suami terhadap istri, dan istri terhadap suami. Dan makna Valentine yang salah, "jika suami mencintai istri orang lain tentunya arti dari kasih sayang itu sudah disalahgunakan dan bertentangan dengan hukum".

Berangkat dari pemahaman Valentine itu merupakan hari kasih sayang diharapkan tidak disalahgunakan dengan perbuatan melakukan seks bebas, jadikanlah momen hari kasih sayang tersebut dapat memupuk rasa kasih sayang, sehingga jalinan kasih mengasihi dalam keluarga semakin baik, sayang menyayangi yang tumbuh disetiap hati dapat menumbuhkan kedamaian.

Bagi yang merayakan Hari Valentine diharapkan tidak melanggar aturan agama, dan ketentuan hukum negara. Tentu jika arti itu disalah arti maka akan menimbulkan permasalahan baru ditengah-tengah masyarakat.

"Yang penting dalam membagi kasih tepat kepada yang dibagi, itu bukan kepada sembarang orang dikasih-kasih sayangnya," harapnya.

Dimbau kepada pemuda secara bijak menggunakan hari Valentine sehingga momentum Valentine itu tidak jadi salah arti. Diharapakan tidak melakukan seks bebas karna itu suatu kesalahan besar dan melanggar undang-undang. Pinta Jon kepada mereka yang merayakan.

Valentine yang baik bisa menciptakan kasih sayang dalam keluarga, sehingga tidak terjerumus kepada hal yang dilarang akibat salah arti dari makna Valentine.

Menurut Jon, maka makna Valentine selalu disediakan makan coklat sebagai makna hadiah, bisa pula untuk merayakan dengan makan bersama bukan memaknai hal yang negatif sebagai perbuatan yang melanggar ketentuan hukum seperti minum-minuman keras, melakukan perbuatan seks bebas dengan berkedok hari kasih sayang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar