Jumat, 24 Februari 2017

Saksi dari MUI katakan Al Quran tidak pernah membohongi siapapun

Senin, 13 Februari 2017 12:30

Foto: Doddy Handoko Foto: Doddy Handoko
Ayo berbagi!

Majelis hakim sidang Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok bertanya tentang kata-kata 'dibohongi dan dibodohi' menjadi masalah pada ahli agama dari Komisi Fatwa MUI Muhammad Amin Suma di gedung Kementan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Amin menjelaskan, Al Quran tidak pernah membohongi siapapun. "Masalahnya kata-kata dibohongi pakai Al Maidah 51 atau dibodohi pakai Al Maidah 51 karena Quran tidak akan pernah membohongi siapapun. Walau dengan dirinya sendiri," jelasnya, seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Doddy Handoko.

Ia menambahkan, "Contohnya saya, dalam Al Quran kesaksian saya wajib menyatakan sebenar-benarnya walaupun kepada diri saya sendiri, kepada orang tua dan siapapun juga itu ada dalam Al Quran, tidak boleh saya mendustai diri saya," tambahnya.

Pada dasarnya tafsir Al Quran itu bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu ada beberapa ulama yang melarang penerjemahan dari Al Quran.

"Jangan terjemahannya, tulisannya juga bermacam-macam. Termasuk pemimpin, bahkan di Indonesia ada yang mengartikan ketua RT sampai presiden. Kata wali itu ada segala macam. Itulah kenapa ada sebagian ulama melarang menerjemahkan Al Quran," paparnya.

Masih ada lagi informasi Kasus dugaan penistaan agama menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar