Selasa, 19 Juni 2018 | 11:55 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Polisi bekuk pengoplos tabung gas LPG

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Anggota Subdit IV Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap seorang pengoplos tabung gas LPG ukuran 12 kilogram.&nbsp;</p><p> Inisial PT (53) di tangkap, ketika mengisi tabung gas ukuran 12 kilogram (nonsubsidi) dengan empat buah tabung tiga kilogram (subsidi). </p><p> Kapolda Jambi Brigjen Pol. Yazid Fanani kepada Kontributor Elshinta, Aldi Saputra, Senin (13/2) mengatakan, tersangka ditangkap di sebuah ruko yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, RT 23 Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi. Penangkapan tersangka berdasarkan laporan masyarakat, berita dan fakta dilapangan terkait kelangkaan gas subsidi di Kota Jambi. </p><p> Berdasarkan laporan masyarakat adanya aktivitas pengoplosan yang sudah sangat meresah, karena aroma yang dikeluarkan dari dalam ruko itu sangat menyengat dan kekhawatiran terjadi ledakan. Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka inisial PT (53) ketika memindahkan isi tabung gas elpiji tiga kilogram ke tabung 12 kilogram. </p><p> Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memindahkan isi tabung gas elpiji tiga kilogram ke tabung 12 kilogram dengan cara menggunakan pipa besi 10 cm untuk menyuntikan gas. Tersangka menyamarkan aktivitasnya di ruko penjualan buah-buahan dimanfaatkan untuk mengoplos gas. </p><p> Barang bukti yang diamankan polisi 24 tabung gas 12 kilogram, 60 tabung gas tiga kilogram, sembilan buah pipa besi atau alat suntik pemindah gas, sepuluh gelas air mineral dingin. </p><p> Lebih lanjut Yazid mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara serta denda Rp2 miliar. </p><p> Serta pasal 30, 31, dan 32 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal aman hukumannya 6 bulan kurungan serta denda Rp500 ribu.</p><p style="margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; border: 0px; outline: 0px; font-size: 14px; vertical-align: baseline; background: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, sans-serif; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; box-sizing: content-box; text-align: start;">Penulis: Angga Kusuma.</p><p style="margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; border: 0px; outline: 0px; font-size: 14px; vertical-align: baseline; background: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, sans-serif; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; box-sizing: content-box; text-align: start;">Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:48 WIB

KAI perpanjang potongan harga tiket Kuala Stabas Premium

Musibah | 19 Juni 2018 - 11:36 WIB

Dua wisatawan tenggelam di objek wisata Sukabumi

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:24 WIB

Kendaraan dari Gadog menuju Puncak terus meningkat

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:12 WIB

Damri tambah bus antisipasi lonjakan penumpang arus balik Lebaran

Asia Pasific | 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Kecelakaan | 19 Juni 2018 - 10:39 WIB

Bus penumpang terguling di Jalinsum

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com