Sabtu, 27 Mei 2017

Saksi ahli agama MUI:

Tidak bisa setiap orang sampaikan ayat suci dengan seenaknya

Senin, 13 Februari 2017 14:56

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Saksi ahli agama dari MUI Muhammad Amin Suma mengatakan tidak bisa setiap orang menyampaikan ayat suci dengan seenaknya. Setiap orang yang menyampaikan ayat suci itu harus ada syaratnya.


"Saya analogikan seorang olahragawan, harus ada syaratnya, sehat fisik, ketinggian sekian cm, beda antara pemain bola, pemain voli. Saya ingin mengatakan mufasir (ahli tafsir) ada syaratnya. Tidak semua dikatakan sebagai ulama, ustaz, ada tingkatan-tingkatannya," jealsnya.


Hakim lalu mencontohkan terkait ajakan jangan memilih pemimpin nonmuslim. "Kalau ada orang yang menyampaikan ayat Al Quran ini disampaikan ke umat, katakanlah ini surat Al Maidah 51. 'Kamu jangan memilih pemimpin atau teman atau penolong dari golongan nonmuslim' misalnya. Kalau dia menyampaikan seperti ini apakah itu suatu kebenaran?" tanya hakim.

"Tidak pak, belum tentu. Harus ada khusnul niyah (niat yang baik). Niatnya apa tujuannya apa sasarannya bagaimana," ujar Amin.

Hakim kembali bertanya dengan pertanyaan yang hampir sama. "Kalau ada orang 'heh jangan pilih orang nonmuslim' Al Qurannya bilang begitu. Kalau orang yang menyampaikan begini ini nggak menyampaikan kebenaran?" tanya hakim.

Amin menjawab,"Itu yang saya kayakan tadi, sampai di situ tadi ada kebenarannya, karena ayatnya jelas. Tapi dalam konteks apa disampaikan pasti ada lain lagi ceritanya. Yang disampaikan itu kebenaran, tapi kalau disampaikan dengan tidak tujuan yang benar lain lagi Pak," jelasnya. (Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar