Rabu, 29 Maret 2017

Bicara surat Almaidah bentuk keraguan Ahok

Senin, 13 Februari 2017 15:06

Ilustrasi. Foto : Antara Ilustrasi. Foto : Antara
Ayo berbagi!

Ahli bahasa dari Universitas Mataram, Mahyuni bicara soal pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang bicara soal surat Al Maidah ayat 51. Penyebutan Al Maidah disebut Mahyuni didasari adanya keraguan dari Ahok. 

"Kalau saya melihat produksi kalimat yang dihasilkan orang dalam keraguan, nggak pede (percaya diri)," kata Mahyuni di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Senin (13/2) seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Ronald Steven.

Hal tersebut dikatakan Mahyuni saat jaksa bertanya soal kepentingan Ahok mengucapkan kalimat yang kemudian menjadi kontroversi. Mahyuni menjelaskan, ada keraguan Ahok tidak dipilih karena ada orang yang menggunakan Al Maidah ayat 51 sebagai sarana membohongi orang lain.

"Jangan mau dibohongi dengan sumber semacam itu," jelas Mahyuni saat menjawab pertanyaan jaksa tentang tujuan penggunaan kalimat tersebut oleh Ahok.

Jaksa juga menanyakan tentang arti dari kata penodaan dan penistaan. Mahyuni menyebut kedua kata tersebut merupakan kata yang memiliki arti sama. Meskipun dia menyebut kata penistaan lebih tegas maksudnya dibanding penodaan.

"Itu sinonim sebenarnya. Tergantung sense juga bahasa itu. Kita merasa menista itu lebih tegas dibanding dengan menodai dan membohongi. Bahasa juga melibatkan sense," ujarnya. 

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Masih ada lagi informasi Kasus dugaan penistaan agama menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar