Sabtu, 18 November 2017

Seni tradisional sarana pembentukan budi pekerti siswa

Senin, 13 Februari 2017 16:07

Foto: Istimewa. Foto: Istimewa.
Ayo berbagi!

Seni budaya merupakan paket lengkap untuk membangun multi kecerdasan siswa termasuk meningkatkan fungsi otak kanan dan kiri. Demikian disampaikan anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Sundari saat menghadiri acara Lomba Tari Kreasi Baru tingkat SD yang digelar di SMP Pawyatan Daha 1 Kediri, Jawa Timur.

Menurut Eva, seni budaya, seperti seni tari dapat melatih kecerdasan muskikal, kinetik, hapalan, kerjasama team, musikal dan budi pekerti. "Yang terpenting tentu saja cinta tanah air karena menguatkan ikatan akar bangsa," kata Eva.

Eva mengaku senang melihat penampilan 29 group tari dengan 2 kategori yaitu SD kelas 1-3 dan kelas 4-6 yang ikut dalam lomba ini. Eva mengatakan, keikutsertaan dan keberanian para peserta menjadi modal besar bagi tumbuhnya rasa kepercayaan terhadap diri sendiri.

"Saya gembira melihat anak-anak yang menampakkan wajah gembira, spontan, tanpa ada ketakutan. Ini modal besar mereka tumbuh sehat yaitu percaya diri dan punya kecerdasan mental," ujar Eva.

Bukan saja anak-anak gembira menari tetapi para penonton juga menikmati melihat anak-anak lucu bergaya di atas panggung. Mereka menarikan beberapa tarian, seperti Tari Midat-midut, Tari Bebek, Tari Kuthuk, Tari Kelinci atau Tari Jaran Kore di kelompok kelas 1-3 SD. Sedangkan kel kelas 4-6 ada Tari Gendewa, Topeng Panji, Tari Sayuk, atau Tari Bapang Malang. Selain lomba seni tradisional, juga diadakan lomba mewarnai dan lomba lukis yang masing-masing diikuti 200 an peserta.

Eva berharap dan akan terus mendorong agar tahun depan kegiatan lomba tari tradisional ini diperluas hingga seluruh eks karisidenan Kediri.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar