Rabu, 29 Maret 2017

Meski omset turun 70 persen, petani cabai masih untung

Senin, 13 Februari 2017 19:15

Ayo berbagi!

Curah hujan yang tinggi menyebabkan petani kesulitan untuk memanen cabai dengan jumlah besar. Demikian disampaikan salah seorang petani, Dadang saat diwawancarai Elshinta, Senin (13/2). 

"Hujan terjadi terus menerus. Setiap hari hujan," ujarnya.

Dadang mengaku, akibat curah hujan yang tinggi tumbuh penyakit jamur yang menempel pada fusarium buah cabai dan menyebabkan petani gagal panen.

"Jamur di fusarium membuat cabai tidak berkembang dan membusuk saat dipanen," imbuhnya.

Dadang mengaku, dirinya mengalami penurunan omset sekitar 70% dari sebelumnya.

"Turun omset cukup besar, ya sekitar 70%. Biasanya 1/4 hektare dapat 50 kilogram cabai, sekarang hanya 10 kilogram saja," tambahnya.

Dadang sendiri masih bisa bersyukur, sebab meskipun mengalami penurunan omset, ia masih tertolong dengan harga cabai yang naik.

"Untuk harganya lumayan naik, dari harga Rp.20.000 per kilogram sekarang jadi Rp.120.000. Naiknya lumayan," katanya.

Menurut Dadang, selain harga cabai segar yang tinggi, harga cabai busuk pun cukup lumayan. "Cabai busuk yang sudah siap panen dihargai Rp.40.000 per kilogram," ujarnya.

"Meski presentase turun 70% dan kondisi tanaman kurang bagus, dalam kategori petani masih untung. Hehehe," tandas Dadang.

Penulis: Devi Novitasari.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar