Rabu, 29 Maret 2017

36 e-KTP palsu pakai blangko bekas

Senin, 13 Februari 2017 20:04

Ayo berbagi!

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan soal temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait 36 cetakan e-KTP yang dikirim ke Indonesia dari Kamboja pada Jumat (3/2) lalu.

Zudan mengatakan, blangko e-KTP yang dikirim dari dari Kamboja tersebut menggunakan blangko e-KTP asli, namun sudah bekas pakai atau blangko e-KTP yang sudah tidak terpakai.

"Pelaku mencetak secara manual halaman depan blangko e-KTP, kemudian menempelkannya pada blangko e-KTP bekas tersebut," ujar Zudan saat diwawancarai Elshinta Senin (13/2).

Zudan memastikan 36 e-KTP yang didapati dari Kamboja dibuat di Indonesia dengan blanko bekas yang tercecer di 20 kelurahan. Pelaku melakukan perbuatannya dengan modus mengganti data penduduk di halaman depan e-KTP.

Zudan menduga pelaku mendapatkan blangko e-KTP dari tempat sampah. Menurutnya, pelaku mendatangi kantor kelurahan untuk mencari blangko e-KTP itu.

"e-KTP bekas atau yang rusak, kemungkinan diperoleh dari tempat sampah atau tempat tertentu. Analisis kami, pemalsu ini sengaja ke kelurahan untuk mencari blangko yang tercecer," ujarnya.

Zudan menuturkan, dari 36 e-KTP palsu yang ditemukan, 16 di antaranya masih bisa terbaca datanya, sedangkan sisanya tidak terbaca. Selain itu, terdapat e-KTP dengan foto wajah yang sama.

"36 e-KTP tersebut itu menggunakan 19 foto. Ada (foto) yang sama. Rinciannya adalah 27 lembar berfoto sama dan sisanya 9 lembar dengan foto yang berbeda," tandasnya.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar