Jumat, 28 Juli 2017

36 e-KTP palsu dari Kamboja untuk mengecoh

Senin, 13 Februari 2017 20:45

Ayo berbagi!

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrullah menilai, motif di balik beredarnya isu e-KTP palsu adalah untuk mengecohkan pilkada DKI Jakarta.

Zudan mengatakan, 36 lembar e-KTP dari Kamboja untuk mengecoh seolah-olah telah terjadi impor blangko KTP palsu. 

Selain itu, Zudan menduga data pada fisik e-KTP palsu yang ditemukan juga berasal dari kartu keluarga yang hilang. Menurutnya, KK yang mengalami kesalahan pada pengisian data juga disinyalir menjadi sumber data yang digunakan pelaku.

"Telah kita pastikan bahwa itu KTP palsu. Sudah kita telusuri satu persatu dengan NIK dan foto serta data center itu semuanya tidak ada persamaan, semuanya beda," ujarnya saat diwawancarai Elshinta, Senin (13/2).

Zudan mengatakan, sebanyak 16 e-KTP dapat dibaca datanya, 20 e-KTP sisanya tidak bisa dibaca. Dari 36 e-KTP tersebut, lanjutnya, menggunakan 19 foto wajah. Artinya terdapat beberapa e-KTP dengan foto yang sama.

"Ada 4 modus yang digunakan, pertama diganti fotonya, kedua diganti foto dan namanya, ketiga diganti alamatnya dan yang keempat diganti agamanya. Nah ini yang membuat data tersebut tidak ada dalam data center Kemendagri," tandas Zudan.

Zudan menilai, pengiriman dari Kamboja akan mengecoh penegak hukum karena fokus mereka menjadi tidak lagi pada oknum-oknum yang berada di Indonesia. Apalagi 36 e-KTP impor itu semuanya beralamat di Jakarta, sehingga lingkup penelusuran penegak hukum tidak terlalu luas apabila dilakukan.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar