Senin, 25 September 2017

36 e-KTP palsu dipastikan tak dapat digunakan untuk memilih

Senin, 13 Februari 2017 20:24

Ayo berbagi!

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrullah memastikan bahwa 36 e-KTP palsu yang ditemukan Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tidak dapat digunakan untuk memilih di tempat pemungutan suara. Sebab, ada pembaca cip kartu (card reader) yang digunakan di TPS.

“Kalau saya melihat dari jumlah, kecil kalau dikaitkan dengan Pilgub. Hampir mustahil 36 e-KTP bisa memenangkan untuk DKI yang jumlah pemilihnya 7 juta lebih,” ujarnya saat diwawancarai Elshinta, Senin (13/2).

Dia menambahkan, penggunaan e-KTP bagi penduduk yang belum tercantum pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga baru dibuka pukul 12.00 siang. 

"Ada saksi, pengawas, dan masyarakat yang saling mengenal. e-KTP dan surat keterangan hanya digunakan di satu jam terakhir, pukul 12.00-13.00 untuk pemilih yang belum terdaftar di DPT (daftar pemilh tetap)," ujar Zudan.

Pada tanggal 15 Februari Dukcapil akan buka untuk melayani Cek NIK dari TPS bila ada yang curiga terhadap KTP elektronik yang diindikasikan palsu.

"Jika ada temuan KTP elektronik yang dicurigai palsu, silahkan masyarakat memfoto lalu mengirimkan via Whatssapp messanger kepada Dukcapil setempat. Caranya difoto KTP elektroniknya, dan kirim ke WA (pesan WhatsApp) Dukcapil setempat. Segera Dukcapil cek ke database dan hasilnya dikirim kembali ke petugas di TPS," tandasnya.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar