Rabu, 26 Juli 2017

Dugaan penyelundupan senjata, Menlu: Investigasi FPU di Sudan hingga 20 Februari

Selasa, 14 Februari 2017 06:20

Menlu Retno Marsudi. Foto: Elshinta Menlu Retno Marsudi. Foto: Elshinta
Ayo berbagi!

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi mengatakan, investigasi terhadap pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII dari RI yang dituduh melakukan penyelundupan senjata di Bandara Al Fasher, Sudan, diperkirakan tuntas pada 20 Februari 2017.

"Tadi saya juga melaporkan kepada Presiden bahwa upaya kita terus lakukan. Jadi setiap hari saya selalu melakukan koordinasi di lapangan bagi teman-teman tim yang ada di Al Fasher," kata Retno di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/2).

Dikutip Antara, Menlu menjelaskan, tim gabungan bantuan hukum di Sudan terus melaksanakan tugasnya melakukan pengusutan tuduhan tersebut.

Dia juga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Sudan dalam pemeriksaan tersebut.

"Terbuka. Saya melakukan komunikasi secara konsisten dengan Menteri Luar Negeri Sudan dan dalam komunikasi terakhir tanggal 9 Februari saya melakukan komunikasi secara konsisten," jelas Retno.

Retno menyampaikan penghargaannya agar kasus tersebut dapat diusut secara transparan bersama kedua negara.

Sebelumnya, pemerintah di Darfur Utara menyebutkan pasukan Indonesia yang tergabung dalam misi menjaga perdamaian campuran di Darfur (UNAMID) ditahan pada Jumat (20/1) waktu setempat di Bandara Al Fashir, Sudan, karena dituduh menyelundupkan senjata dan amunisi yang disamarkan.

Keterangan dari the Sudanese Media Centre menyebutkan, berbagai senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan Kalashnikov, 4 senapan, 6 senapan GM3 dan 61 berbagai jenis pistol, dan juga berbagai amunisi dalam jumlah besar.

Polri beserta Kemlu telah mengirimkan tim bantuan hukum untuk mengusut tuduhan kasus tersebut ke Sudan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar