Rabu, 20 Juni 2018 | 21:59 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Curah hujan tinggi, petani ikan KJA Jatiluhur alami gagal panen

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Tita Sopandy
Foto: Tita Sopandy
<p>Akibat curah hujan tinggi, ratusan ton ikan di keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat serta Waduk Cirata telah mengalami kematian sejak tiga hari terakhir.</p><p>Para petani KJA didua waduk tersebut kebanyakan mereka menanam ikan emas, ikan jambal, ikan patin, dan ikan nila. Sementara dengan curah hujan tinggi sejak sepekan terakhir ini, telah memiliki dampak terhadap para petani ikan dengan mengalami kerugian cukup besar. Dimana ikan yang ditanam tersebut terutama untuk jenis ikan mas telah mati, karena tidak adanya sinar matahari, sehingga air di dasar cukup dingin kemudian naik kepermukaan dengan membawa endapan lumpur dari sisa pakan ikan.</p><p>Salah satu petani di KJA Waduk Jatiluhur Purwakarta, Adang kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Selasa (14/2) mengatkan, bahwa kematian ikan tersebut telah berlangsung sejak tiga hari terakhir, dengan jumlah paling besar tehadap ikan mas, dan sekitar 75 persen ikan mas yang ditanam mati, selain itu kematian juga terjadi pada ikan lainya yaitu ikan nila, patin, serta jambal, namun kematiannya tidak sebanyak ikan emas, karena jenis ikan tersebut masih dapat bertahan.</p><p>Para petani terpaksa memanen ikan lebih awal dengan menjual dibawah harga normal, karena dikhawatirkan akan mengalami kerugian yang lebih besar karena cuaca hingga saat ini masih buruk dengan curah hujan masih berlangsung.</p><p>Menurut salah satu pengurus paguyuban KJA Waduk Jatiluhur, Atik mengatakan, bahwa seluruh zona KJA di Waduk Jatiluhur telah mengalami ikan yang mati. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan prosentase persisinya, karena masih mendata serta para petani masih berusaha untuk menyelamatkan ikan-ikan yang masih ada, baik dengan di panen lebih awal maupun dipindahkan ke kolam yang ada di darat.</p><p>kematian ikan di dua waduk tersebut terutama menyerang pada jenis ikan emas, selain itu juga meski ikan lainya masih bertahan hidup diantaranya ikan nila, ikan jambal dan ikan patin namun masih juga mengalami kematian, namun jumlah krmatianya tidak sebanyak dari ikan mas.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Asian Games 2018 | 20 Juni 2018 - 20:57 WIB

Dewi Ulfah target realistis pada Asian Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com