Senin, 29 Mei 2017

BPJS Ketenagakerjaan segera gulirkan pinjaman perumahan

Selasa, 14 Februari 2017 15:05

Ayo berbagi!

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam waktu dekat akan menggulirkan program tambahan pinjaman uang muka dan renovasi perumahan bagi pesertanya dan diharapkan menjadi salah satu program unggulan.

"Kita sudah melakukan pembicaraan dengan perbankan untuk besaran bunga yang menguntungkan bagi peserta," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Jakarta, Selasa (14/2).

Program pinjaman uang muka dan renovasi rumah pernah ada saat BPJS Ketenagakerjaan masih bernama PT Jamsostek. Kini program tersebut digulirkan lagi seiring dengan besarnya permintaan dari kalangan pekerja. 

Sebelumnya program uang muka perumahan (PUMP) PT Jamsostek memberikan pinjaman hingga Rp20 juta dengan bunga subsidi yang lebih murah dari bunga pasar.

Info yang diperoleh, pinjaman uang muka dan renovasi rumah BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan hingga Rp50 juta, bukan hanya kepada pekerja berupah rendah, tetapi juga kepada kalangan menengah.

INI menyambut program tersebut karena masih banyak karyawan kantor notaris yang belum memiliki rumah. 

Di samping uang muka dan dana renovasi rumah, BPJS Ketenagakerjaan juga sedang mempersiapkan program diskon, dimana kartu kepesertaan dijadikan alat bayar pada toko-toko tertentu dengan mendapatkan diskon harga.

Penambahan manfaat tersebut, kata Agus, untuk menjadikan kepesertaan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga berdasarkan manfaat. 

"Pekerja dan pemberi kerja mau mendaftar karena manfaat lebih dari program BPJS-TK," ucap Agus.

Sementara itu, penandatanganan MoU dengan INI yang dilakukan oleh Ketua Umumnya dan Sekretaris Umum, Yualita Widyadhari dan Tri Firdaus Akbarsyah bertujuan untuk melindungi pekerja dan menebar manfaat sebagai peserta jaminan sosial.

Yualita menyatakan organisasinya memiliki anggota 16.000 dan sekitar 7.000 di antaranya aktif dalam berorganisasi. Enam bulan sekali mereka melakukan rapat pleno yang diperluas yang bisa dijadikan BPJS-TK untuk menjelaskan programnya.

"Saat ini memang terjadi kelesuan transaksi perbankan yang berdampak pada menurunnya pekerjaan kenotarisan, tetapi tidak berpengaruh pada kantor notaris tertentu yang sudah memiliki klien tetap," ujar Yualita. Rata-rata notaris yang aktif memiliki karyawan 20-40 pekerja.

Dia berharap kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan membuat pekerjanya terlindungi dan mendapat manfaat tambahan.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar