Jumat, 24 Maret 2017

Terbukti lakukan suap, mantan Gubsu dituntut 3 tahun penjara

Selasa, 14 Februari 2017 16:16

Foto: Amsal Foto: Amsal
Ayo berbagi!

Mantan Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan dalam persidangan yang berlangsung di ruang Cakra I Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (13/2) kemarin.

Kontributor Elshinta, Amsal melaporkan, dalam tuntutan yang dibacakan penuntut umum KPK, Wawan Yunarwanto, Ariawan Agustiartono dan Taufiq Ibnugroho, selain hukuman penjara juga membebankan Gatot Pujo Nugroho membayar denda sebesar Rp250 juta atau digantikan delapan bulan kurungan apabila tidak dibayar.

Jaksa juga menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Gatot adalah perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan uang sebasar Rp61 miliar lebih kepada pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara beserta anggota periode tahun 2009-2014 dan periode 2014-2019.

Dari fakta persidangan, Gatot Pujo Nugroho terbukti memerintahkan untuk mengumpulkan uang dari seluruh satuan kerja perangkat daerah Provinsi Sumatera Utara.

Menurut JPU, pemberian uang tersebut agar pimpinan DPRD Provsu beserta anggota memberikan persetujuan laporan pertanggungjawaban pelaksaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sumut tahun anggaran (TA) 2012 tentang persetujuan terhadap perubahan APBD Provsu, TA 2013, 2014, dan 2015 terkait persetujuan terhadap APBD Provsu.

Disebutkannya terkait laporan pertanggungjawaban pelaksaan APBD Pemprovsu TA 2014, pembatalan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD tahun 2015 yang bertentangan dengan kewajibannya selaku penyelenggara negara sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 5 angka 4 dan 6 Undang-undang RI Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, pasal 327 ayat 3 Undang-undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.‬

Sementara itu dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Didiek Setyo Handoko SH menunda persidangan pekan depan, dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa yang direncanakan pada 23 Januari 2017.

Usai persidangan Gatot tampak enggan mengomentari tuntutan yang disampaikan penuntut umum. Ia, meminta agar para media mengkonfirmasikan langsung kepada penasehat hukumnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar