Senin, 24 April 2017

FJMNI Sumut tegaskan tak ada aktor dibalik aksi mahasiswa di Jakarta

Selasa, 14 Februari 2017 19:16

Foto: Heru Rahmad Kurnia Foto: Heru Rahmad Kurnia
Ayo berbagi!

Forum Jambore Mahasiswa Nasional Indonesia (FJMNI) Sumatera Utara menyesalkan adanya isu yang menyatakan ada aktor dibalik aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa di kawasan Kuningan, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Tidak benar ada aktor dibalik unjukrasa tersebut. Sebab unjukrasa yang dilakukan mahasiswa itu murni memperjuangkan persoalan kebangsaan," kata salah seorang mahasiswa Sumatera Utara, Kokoh Aprianta Bangun dalam keterangannya kepada Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia di Medan, Selasa (14/2).

Kokoh Aprianta yang ikut langsung dalam aksi di Jakarta bersama mahasiswa lainnya asal Sumut, mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan para mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia itu digelar di Gedung DPR/MPR RI dan di kawasan Kuningan Jakarta.

"Jadi aksi itu bukan dilakukan di kediaman Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, tapi dikawasan Kuningan, Jakarta," katanya.

Aksi yang dilakukan mahasiswa di Gedung DPR/MPR RI maupun di kawasan Kuningan itu, kata Kokoh, murni keputusan rapat setiap koordinator mahasiswa dari masing-masing provinsi.

Kalau memang ada aktor dibalik aksi mahasiswa tersebut, tegas Kokoh Aprianta, tentunya mahasiswa tidak akan tidur di tenda maupun antri dalam mengambil makanan.

Karena selama berada di Perkemahan Cibubur mengikuti Jambore Mahasiswa Nasional Indonesia, ungkap Kokoh, para mahasiswa tidur di tenda-tenda dan harus antri untuk makan.

Kokoh menegaskan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa itu untuk menentang konflik SARA, memperjuangkan persoalan kebangsaan mulai dari mempertahankan Pancasila, Kebhinekaan.

Mahasiswa sebagai pewaris negara, kata Kokoh, memiliki semangat mempertahankan NKRI.

Karena itulah, tegas Kokoh Aprianta Bangun, pada aksi di kawasan Kuningan dan di Gedung DPR/MPR RI kemarin mahasiswa menyampaikan pernyataan sikap tentang penguatan Ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan, tolak isu SARA dan usut tuntas kasus korupsi.

Tapi, kesal Kokoh Aprianta Bangun, kenapa aksi kami dituding ada yang menungganginya.

"Mahasiswa bersepakat untuk berkumpul kembali dalam Forum Jambore Nasional Mahasiswa jika sewaktu-waktu negara dalam keadaan genting. Karena mahasiswa sadar bahwa mahasiswa pewaris generasi bangsa," ujarnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar