Selasa, 21 Februari 2017

Meutya Hafid sosialisasi pilar kebangsaan kepada istri nelayan

Selasa, 14 Februari 2017 20:16

Foto: Heru Rahmad Kurnia Foto: Heru Rahmad Kurnia
Ayo berbagi!

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid melakukan sosialisasi pilar-pilar kebangsaan kepada kaum ibu yang merupakan istri nelayan dan buruh pabrik.

Sosialisasi pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dilakukan Meutya Hafid di Kantor Lurah Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Selasa (14/2) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia.

Politisi Partai Golkar yang mengawali karir dari dunia jurnalistik ini menegaskan bahwa betapa pentingnya bagi para ibu untuk mengetahui apa saja yang menjadi Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dan makna apa saja yang terkandung di dalamnya.

Meutya menekankan pentingnya diajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak muda, khususnya remaja saat ini, sekaligus diajarkan juga cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut, ungkap Meutya, dapat terwujud dengan dibantu oleh orang tua untuk mengajarkannya kepada anak masing-masing sejak dini.

"Pengamalan itu bisa kita mulai dengan ketaatan kita kepada Tuhan YME, disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diamanahkan, menghargai sesama, taat terhadap aturan, toleransi dan saling menghargai," ujarnya.

Pentingnya anak diajarkan pengamalan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, kata Meutya, mengingat anak-anak kita kelak merupakan penerus bangsa, yang akan menjadi generasi penerus bagi para pendahulunya.

Menurut Meutya, remaja saat ini hendaknya tidak hanya menghabiskan waktu menonton sinetron televisi saja atau terlalu asyik di media sosial dan game online, tetapi harus faham akan nilai-nilai kebangsaan itu sendiri dan mau mempelajarinya kemudian menerapkannya di kehidupan.

Dengan begitu, ungkap Meutya, akan timbul rasa cinta tanah air, sehingga nantinya diharapkan mampu berbuat sesuatu yang baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar dan lebih untuk kemajuan bangsa.

"Pancasila, misalnya. Di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan, bagaimana kita diajarkan untuk meyakini Tuhan yang satu. Kemudian terdapat juga nilai-nilai persatuan, mengingat negara kita adalah negara dengan rakyat yang majemuk. Begitupula di dalamnya kita dianjurkan untuk bermusyawarah dalam memutuskan sesuatu," ujarnya.

Meutya yang didampingi Staf Kelurahan, Yusri dan Sekretaris PKK Hamisah Siregar mengharapkan agar masyarakat tidak terpancing dengan berbagai kisruh ataupun dinamika politik maupun isu-isu yang berkembang saat ini, baik di media sosial ataupun televisi.

"Semoga apapun yang terjadi saat ini tidak membuat kita semua terpecah belah, tetap bersatu dalam keberagaman karena kita adalah Indonesia dengan Bhinneka Tungga Ika, meskipun berbeda suku bangsa, agama, budaya tapi tetap kita satu," ungkapnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar