Rabu, 20 Juni 2018 | 21:56 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Antasari Azhar nyatakan siap hadapi teror

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
<p>Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar menyatakan siap menghadapi teror usai mengungkap rahasia yang dia simpan selama bertahun-tahun terkait kasus yang menjeratnya.</p><p>"Setelah selesai bicara hari ini, misal besok saya mati, saya siap," katanya di Kantor Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta, Selasa (14/2).</p><p>Di hadapan awak media, Antasari mengungkapkan bahwa ia pernah didatangi oleh CEO MNC Group Harry Tanoe di rumahnya pada suatu malam di bulan Maret 2009, saat dia masih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</p><p>Menurut Antasari, Harry mendapat perintah dari seseorang di Cikeas yang intinya meminta Antasari tidak menahan Aulia Pohan yang ketika itu terseret kasus korupsi.&nbsp;</p><p>"Harry diutus oleh Cikeas, Beliau minta agar saya tidak menahan Aulia Pohan," ucap Antasari.</p><p>Antasari mengaku menolak permintaan itu dengan alasan itu melanggar standar prosedur operasi KPK.</p><p>Namun Harry memperingatkannya. "Harry bilang, 'Kalau saya enggak bisa penuhi target, bagaimana saya laporan? Saya bisa ditendang dari Cikeas. Nanti keselamatan Bapak bagaimana? Bapak hati-hati'," kata Antasari menirukan perkataan Harry Tanoe.</p><p>Dalam percakapannya dengan Harry, Antasari menegaskan bahwa dia tidak ambil kompromi dalam penanganan kasus.&nbsp;</p><p>"Saya sudah milih profesi penegak hukum. Risiko apa pun saya terima," ujarnya menegaskan.</p><p>Antasari mengaku baru membuka rahasia tersebut saat ini karena menurut dia sekarang momen yang tepat bagi dia untuk memperoleh keadilan.&nbsp;</p><p>"Saya nilai baru sekarang momentum yang tepat saya buka semua ini," kata ketua KPK pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.</p><p>Saat memimpin KPK, Antasari membuat lembaga antirasuah itu menjadi perhatian karena menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).</p><p>Namun karir Antasari kemudian terhenti karena didakwa terlibat pembunuhan berencana terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.</p><p>Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada Antasari setelah menyatakan dia terbukti membunuh Nasrudin Zulkarnaen.</p><p>Antasari dan kuasa hukumnya kemudian mengajukan banding, kasasi, serta peninjauan kembali, namun ia tetap dihukum.</p><p>Ia mulai ditahan Mei 2009 dan pada 10 November 2016 ia meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan Tangerang dengan status bebas bersyarat.</p><p>Presiden Joko Widodo mengabulkan permohonan grasi dia sehingga statusnya sekarang bebas murni.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Asian Games 2018 | 20 Juni 2018 - 20:57 WIB

Dewi Ulfah target realistis pada Asian Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com