Selasa, 22 Agustus 2017

Mengenang Almh. Niken Wulandari di HUT ke-17 Radio Elshinta

Selasa, 14 Februari 2017 21:40

Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Iwan Haryono di acara HUT ke-17 Radio Elshinta, Selasa (14/2). Foto: elshinta.com/Dewi Rusiana Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Iwan Haryono di acara HUT ke-17 Radio Elshinta, Selasa (14/2). Foto: elshinta.com/Dewi Rusiana
Ayo berbagi!

PT Radio Elshinta memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-17 yang jatuh pada Selasa (14/2) hari ini. Dalam merayakan HUT ke-17, Radio Elshinta "News and Talk" mengusung tema "Semangat 17".

Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT Radio Elshinta kali ini diselimuti suasana duka, menyusul meninggalnya salah seorang penyiar yang sudah sangat akrab di telinga para pendengar Radio Elshinta, Niken Wulandari.

Di tengah kedukaan atas wafatnya Almh. Niken, pada HUT kali ini jajaran pimpinan Radio Elshinta beserta seluruh karyawan, menghadiri acara yang sebelumnya telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu itu dengan mengenakan pakaian serba hitam. Acara pun hanya diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh lima pemuka agama dari agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha, serta diisi dengan mengenang Almh. Niken dengan berbagai kenangannya yang dirasakan para sahabat.

Dalam acara ini, Radio Elshinta turut mengundang keluarga dari Almh. Niken. Hadir putri cantiknya yang masih berusia empat tahun, dan juga sang ibunda tercinta.

Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Iwan Haryono menyampaikan bahwa di HUT ke-17 ini kita bersama-sama memanjatkan doa untuk kemajuan Elshinta.

"Patut kita syukuri apa yang sudah kita dapatkan, 17 tahun sudah Elshinta News and Talk, 17 tahun kita bersama-sama dalam memberikan bantuan, semangat, pencerahan, pada masyarakat pendengar Elshinta dari Sabang sampai Merauke. Ini merupakan anugerah dari Tuhan. Karena kalau tidak kita tidak bisa seperti ini, ini atas izin Tuhan sesungguhnya," kata Iwan Haryono.

"Dan hari ini di HUT ke-17 tahun kita berdoa bersama-sama untuk kemajuan Elshinta yang sama-sama kita cintai," imbuhnya.

Iwan Haryono pun menyampaikan alasannya pada acara hari ini mengenakan pakaian serba hitam.

"Hari ini kita semua memakai baju hitam. Ini bukan 'hitam', its a new 'pink' for our beloved sister, our friends, Niken Wulandari, yang kemarin meninggalkan kita semua, yang setiap pagi biasanya kita dengarkan suaranya," ucap dia.

"Pada kesempatan ini saya juga meminta para pemuka agama untuk bukan hanya mendoakan Elshinta, tapi juga bersama-sama mendoakan saudari kita, teman kita, sahabat kita, Niken Wulandari, agar diberikan tempat sesuai dengan amal ibadahnya di sisi Allah, dan pada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, khususnya bagi putrinya yang masih kecil diberikan kekuatan. Cobaan yang begitu berat bagi kita semua, bagi keluarga, bagi karyawan, bagi perusahaan. Kita kehilangan di saat-saat kita sedang mempersiapkan, yang tadinya saya ingin menyebutnya 'Perayaan 17-an'," jelasnya.

Meski di tengah suasana duka, Iwan Haryono mengajak seluruh jajaran dan karyawan Elshinta agar tetap semangat, seperti juga semangat yang selalu disebarkan oleh Almh. Niken.

"Kita tidak bisa terus menerus dalam kesedihan. Meskipun di tengah-tengah doa kita untuk Niken, kita tetap harus punya semangat, karena Niken adalah orang yang selalu menyebarkan semangat bagi kita. Mari kita semangat. Niken tidak akan tergantikan. Niken adalah Elshinta dan Elshinta adalah Niken dalam enam tahun terakhir. Dia tidak akan tergantikan, dan Niken pasti menginginkan kita mencari 'Niken Niken lainnya yang bisa mengembangkan Elshinta bersama-sama, seperti yang selama ini juga dia harapkan," imbuh pimpinan Radio Elshinta itu.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Krisanti juga menyampaikan "catatan" yang dimiliki Almh. Niken Wulandari selama menjadi penyiar Radio Elshinta, guna mengenang almarhumah.

Krisanti menyampaikan bagaimana sosok Almh. Niken dalam pekerjaan dan pergaulan di Elshinta, bagaimana karya-karyanya dan kecintaan almarhumah di dunia radio.

"Sepanjang karir Niken di Radio Elshinta, berbagai narasumber pernah dia wawancara, mulai dari menteri hingga pejabat tinggi negara lainnya, dan juga mayarakat bawah sekalipun. Niken juga dikenal sebagai anchor yang kritis dalam bertanya, lugas dan lantang dalam berbicara. Tetapi jika disuguhkan dengan wawancara yang menyentuh sisi kemanusiaan, dia juga bisa menangis dengan spontan," kata dia mengenang Almh. Niken.

Image title

Selain Krisanti, sejumlah sahabat karyawan Radio Elshinta juga secara bergantian mengenang Almh. Niken, menceritakan kebersamaan mereka selama ini. Suasana haru dan isak tangis pun mengiringi peringatan HUT Radio Elshinta yang diselenggarakan di halaman Kantor Radio Elshinta di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat, Selasa siang itu.

Image title

Selamat jalan Niken Wulandari. Doa kami semua menyertaimu, semoga damai di sisi Allah, semoga mendapat surga Allah. Amin. 

Image title

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar