Senin, 29 Mei 2017

Dapat Bongkahan Emas Lalu Pasang Foto di FB, Berakhir di Pengadilan

Rabu, 15 Februari 2017 14:40

Ayo berbagi!

Tiga pria mengaku bersalah setelah mengambil sebongkah emas dengan berat lebih 1 kg dari pertambangan Evolution Mining di daerah Coolgardie, Australia Barat. Ketiga pria ini memajang foto mereka di Facebook usai kejadian 4 Juni 2016, dan kini harus berurusan dengan pengadilan.

Nasib bongkahan emas senilai lebih dari $ 60.000 (Rp 600 juta) itu akan diputuskan oleh pengadilan setempat di Kalgoorlie.

Emas itu diambil dari pertambangan aktif di dekat Kunanalling, 32 kilometer arah utara Coolgardie, pada 4 Juni tahun lalu.

Ketiga pria yaitu Andrew Mark Warren, Stephen Lindsay Rowe dan Michael James Forward mengaku bersalah atas tuduhan menipu pemilik tambang Evolution Mining dengan mencuri emas.

Pria rang keempat, Glen Stephen Rutherford, mengaku tidak bersalah dalam tuduhan pencurian.

Warren and Forward tadinya akan divonis untuk tuduhan pencurian di Magistrates Court Kalgoorlie, Senin (13/2/2017), namun ditunda hingga 27 Maret karena adanya pengakuan bersalah dari Rowe.

Penuntut Thomas Banyard mengatakan dalam persidangan pihaknya juga akan mengajukan agar semua emas disita untuk Pemerintah Negara Bagian.

ABC mendapatkan informasi bahwa dalih penuntut adalah karena emas itu dicuri dari bawah tanah, sehingga masih tetap menjadi milik negara, bukan milik tambang Evolution sebagai pemegang konsesi.

"Pemahaman saya bahwa pertambangan itu rugi," kata Senior Constable Banyard dalam persidangan.

Hakim John O'Sullivan mengatakan penundaan ini akan memberikan kesempatan bagi Evolutin Mining membuat sanggahan.

Juru bicara Evolution mengatakan pihaknya memantau kasus ini, tetapi "tidak akan berkomentar lebih lanjut karena kasusnya masih sementara dalam persidangan".

Tersandung Bongkahan Emas

Sebelumnya dalam persidangan terungkap bahwa para pria itu gagal menemukan emas dalam pencarian mereka, saat memutuskan berhenti di Kunanalling untuk barbekyu.

Senior Constable Banyard mengatakan para pria ini memutuskan menjelajahi bagian bawah bekas lubang tambang bekas di sekitar situ. Dan salah satu dari mereka tersandung bongkahan emas itu.

Dia mengatakan para pria ini kemudian menggunakan detektor logam mereka dan mendapatkan lebih dari satu kilogram emas, senilai sekitar $ 62.390.

Pihak kepolisian menjelaskan spesimen terbesar emas langka jenis bongkahan itu kemudian dipecah beberapa bagian.

Meskipun upaya itu memungkinkan mereka membagi emas menjadi 300 gram perorang, namun justru berpotensi mengurangi nilainya hingga tiga kali dari nilai bongkahan utuh yang bisa menjadi koleksi para kolektor.

"Mungkin bisa disebut seperti mereka menang lotre, tetapi mereka tidak memiliki izin berada di tambang itu atau memindahkan emas dari situ," kata Senior Constable Banyard.

Medsos Jadi Petunjuk Polisi

Keputusan para pria itu berfoto dengan bongkahan emas masing-masing lalu dipasang di media sosial Facebook, terbukti menjadi kesalahan fatal.

Akibat postingan itu Gold Stealing Detection Unit (GSDU) pun tahu adanya pencurian emas.

Senior Constable Banyard menjelaskan para detektif GSDU berhasil menyita 675g emas dari sebuah tempat di Boulder, sementara emas 300g lainnya dijual ke pembeli di Kalgoorlie.

Pengacara Forward, Carmel McKenzie, mengatakan kliennya secara sukarela menyerahkan 164g emas ke GSDU.

"Dia mengakui bahwa dia seharusnya tidak mengambil emas tersebut," kata McKenzie.

Dia mengatakan Forward telah kehilangan pekerjaannya di Pemda Coolgardie sebagai akibat dari kasus ini.

Sementara pengacara Warren, Alisdair Putt, mengatakan "tidak terdapat adanya indikasi merencanakan perbuatan jahat" dalam kasus kliennya itu.

Hakim O'Sullivan membebaskan ketiga pria tersebut dengan status tahanan luar sampai digelarnya sidang vonis.

Diterbitkan Pukul 12:30 AEST 14 Februari 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar