Kamis, 14 Desember 2017

In Memmoriam Niken Wulandari

Kami akan selalu merindukanmu, Niken...

Rabu, 15 Februari 2017 15:57

Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Ayo berbagi!

"Niken pun menangis spontan manakala disuguhkan dengan wawancara yang menyentuh sisi kemanusiaan..."

Dilahirkan dari pasangan Sukirman dan Sri Niyati pada 15 April 1982 silam, Niken Wulandari memang memiliki kecintaan pada dunia radio. Ini dibuktikan, saat ia mengenyam pendidikan di bangku kuliah di Universitas Sebelas Maret, Solo, Niken membagi waktunya untuk bekerja sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Kota Solo.

Bermodalkan pengalaman dan kemampuan yang ia miliki, Niken terus berupaya untuk memantapkan dirinya dengan berkarir di dunia radio. Selesai menuntul ilmu di bangku kuliah, Niken sempat berkarya di Radio Pesona FM dan Radio Trijaya FM sebelum pada tahun 2007 Niken diterima bekerja di Radio Elshinta.

Image title

Di Radio Elshinta, Niken mengawali karirnya sebagai penyiar paruh waktu hingga akhirnya menjadi karyawan tetap di tahun 2010.

Image title

Sepanjang karirnya di Radio Elshinta, Niken yang menikah dengan Prihananto dan dikaruniai seorang putri yang diberi nama Almira ini memang dikenal sebagai penyiar yang kritis dalam bertanya, lugas dan lantang dalam berbicara. Namun, jika disuguhkan dengan wawancara yang menyentuh sisi kemanusiaan, tak jarang, Niken pun menangis spontan di tengah rasa emphati yang begitu mendalam menyelimuti dirinya.

Image title

Sebagai penyiar yang bisa diandalkan, Niken kerap mendapat tanggung jawab untuk mewawancarai tokoh. Mulai dari menteri hingga pejabat tinggi negara. Semua dilakukan dengan profesionalisme yang tinggi.

Image title

Image title

Image title

Seiring berjalannya waktu, pengabdian Niken di Radio Elshinta semakin menunjukkan peningkatan yang baik. Belakangan ini, Niken pun mendapat tugas dan tanggung jawab sebagai Redaktur Senior yang bukan hanya melakukan wawancara tapi juga menjalankan program khusus membuat feature hingga 'mengejar' nara sumber.

Program "Gubernur di Radi" dengan wawancara berkala bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama adalah salah satu program yang sukses dilakukan Niken.

Image title

Image title

Dalam menjalankan tugasnya, Niken sangatlah gigih, ulet dan memiliki integritas yang tinggi. Jadi tidak salah jika target program-program yang ditetapkan hampir dikatakan terpenuhi oleh Niken.

Tugas terakhir yang diberikan kepada Niken adalah Kuis Tantangan 17, dalam rangkaian HUT ke-17 Radio Elshinta. Niken dinilai menjalankan tugas tersebut dengan sangat optimal.

Sayangnya, tidak sampai masa tayang tersebut, Niken sakit dan mendelegasikan tugasnya kepada tim yang lain dengan baik.

Tanggal 22 Januari 2017, Niken menyampaikan permohonan ijin panjang untuk tidak siaran karena sakit. Hingga pada Senin, 13 Februari 2017 Tuhan memanggil Niken. Niken menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan kita semua.

Image title

Image title

Selamat jalan Niken Wulandari, banyak cerita yang telah kita lalui bersama....banyak kenangan suka dan duka yang telah kita ukir bersama...

Semua kenangan akan terpatri dalam hati...dan tak akan pernah tergantikan...

Doa kami semua menyertaimu, Niken...

Semoga engkau damai di sisi Allah...dan mendapatkan kebahagiaan di Surga-Nya...

Kami akan selalu merindukanmu...

Terimakasih atas karya dan dedikasimu yang ikut membesarkan Radio Elshinta hingga genap diusia ke-17...

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar