Jumat, 28 April 2017

Skandal Flynn: Donald Trump sudah tahu 'berminggu-minggu'

Rabu, 15 Februari 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Michael Flynn
BBC
Penasihat Keamanan Nasional AS, Michael Flynn meletakan jabatan karena dituding melakukan komunikasi dengan Rusia sebelum menjabat.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, Presiden Donald Trump sudah mengetahui sejak berminggu-minggu lalu tentang tindakan Michael Flynn yang menelepon pejabat Rusia.

Presiden diberitahu oleh Departemen Kehakiman pada akhir Januari bahwa Flynn memberi laporan menyesatkan tentang pejabat dan masyarakat AS, kata Sean Spicer.

Ia diminta untuk mengundurkan diri tiga minggu kemudian.

Para anggota Partai Republik bergabung dengan kongres untuk menyelidiki kasus ini.

Flynn juga dilaporkan telah diinterogasi oleh agen FBI di hari pertamanya sebagai penasihat keamanan nasional, menurut media AS.

Hari yang sibuk dalam pemerintahan Trump:

  • Departemen Etik AS telah meminta Gedung Putih untuk menyelidiki penasihat Kellyanne Conway yang menpromosikan produk Ivanka Trump.
  • Ketua komite standar keamanan Gedung Putih ingin tahu lebih banyak tentang langkah-langkah keamanan di kediaman Trump di Florida, setelah berbagai foto presiden yang menelepon Korea Utara diunggah dalam Facebook.

Flynn mengundurkan diri terkait dugaan membahas sanksi AS dengan seorang diplomat Rusia sebelum Donald Trump dilantik menjadi presiden. Purnawirawan militer berpangkat Letnan Jenderal itu awalnya membantah membahas sanksi dengan Duta Besar Sergei Kislyak. Wakil Presiden Mike Pence sempat memberikan bantahan pula atas tuduhan tersebut.

Kapan tepatnya Trump tahu?

Jika tuduhan itu benar, maka Flynn telah melakukan tindakan melanggar hukum dalam melakukan diplomasi AS karena ia masih warga biasa, sebelum diangkat menjadi penasehat keamanan nasional Trump.

Disebutkan, pada tanggal 26 Januari, pejabat sementara Jaksa Agung Sally Yates uyang kemudian dipecat, memperingatkan Gedung Putih soal komunikasi tersebut dan Flynn mungkin rentan terhadap pemerasan Rusia, kata Spicer. Trump, yang diberitahu pada hari itu juga, menyimpulkan bahwa tindakannya tidak melanggar hukum, menurut Spicer.

Sean Spicer
BBC
Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan: "Apa yang terjadi merupakan masalah kepercayaan."

Penasehat Gedung Putih kemudian melakukan peninjauan secara luas dan mempertanyakan Flynn pada beberapa kesempatan sebelum tiba pada kesimpulan yang sama seperti Trump, tambahnya.

Namun kepercaya pada Flynn padanya pudar.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak akan mengomentari pengunduran diri Flynn tersebut.

"Ini adalah urusan internal dari orang-orang Amerika, urusan internal pemerintahan Trump," tambahnya. "Ini tidak ada hubungannya dengan kami."

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar