Kamis, 30 Maret 2017

Korsel pastikan abang tiri Kim Jong-un dibunuh di Malaysia

Rabu, 15 Februari 2017 18:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Pemerintah Korea Selatan memastikan abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dibunuh di Malaysia.

Kepastian pembunuhan Kim Jong-nam dikemukakan Presiden Korsel, Hwang Kyo-ahn. Menurutnya, jika pemerintah Korut terkait, pembunuhan itu menunjukkan "kebrutalan dan sifat tidak berperikemanusiaan" rezim Korut.

Sejauh ini, penyebab kematian Jong-nam dan siapa pembunuhnya masih menjadi tanda tanya. Sejumlah saksi mata menyebut Jong-nam telah diracun, namun hal ini masih harus dipastikan melalui uji forensik.

Bagaimanapun, kata Presiden Korsel, Hwang Kyo-ahn, pihaknya "mengawasi pergerakan Korea Utara secara saksama".

Perempuan misterius

Kim Jong-nam dibunuh saat sedang menunggu penerbangan menuju Makau di bandara di dekat Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, kematiannya baru diumumkan ke muka umum pada Selasa (14/02).

Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Datuk Sri Abu Samad, mengatakan penyelidikan masih dilakukan dan hasil uji forensik bakal diketahui dalam waktu dekat.

Dia mengatakan aparat Malaysia belum memastikan identitas asli pria yang meninggal dunia mengingat pria tersebut menggunakan paspor atas nama Kim Chol.

Ditanya soal berbagai laporan yang menyebutkan pemerintah Korut telah meminta jasad pria tersebut, dia menegaskan belum ada permintaan resmi.

Selain memeriksa jenazah, kepolisian juga masih mengkaji hasil rekaman video kamera pengawas di bandara. Beragam foto yang beredar di media menyoroti keberadaan dua perempuan di dekat Kim. Belakangan kedua perempuan itu terlihat meninggalkan lokasi kejadian menggunakan taksi.

Seorang sumber pemerintah Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pihaknya meyakini Kim diracun oleh agen-agen rahasia Korut.

Direktur badan intelijen Korsel (NIS), Lee Byung-ho, mengemukakan kepada para anggota parlemen Korsel bahwa Pyongyang ingin membunuh Kim Jong-nam selama beberapa tahun terakhir, namun yang bersangkutan dilindungi pemerintah Cina.

Apa yang terjadi?

Kim Jong-nam diserang sekitar pukul 09.00 waktu setempat pada Senin (13/02) saat sedang menunggu pesawat menuju Makau di terminal penerbangan murah di Bandara Internasional Kuala Lumpur, sebagaimana dilaporkan surat kabar Star yang mengutip keterangan polisi. Pesawat itu dijadwalkan bertolak pada pukul 10.00.

Rincian soal penyerangan terhadap Kim Jong-nam belum jelas. Sejumlah saksi mata dan pejabat memberi keterangan beragam, mulai dari pengguyuran cairan kimia hingga penggunaan kain yang dibekapkan ke wajah. Laporan-laporan awal menyebutkan pemakaian 'semprotan' atau jarum.

Kim Jong-nam meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Mengapa ada jeda dalam proses identifikasi?

Media Korsel menyebut nama korban pada Selasa (14/02), namun aparat Malaysia hanya menyebutkan peristiwa kematian seorang warga Korut yang jatuh sakit di bandara.

Kepolisian lalu merilis pernyataan mengenai identitas korban dengan mengutip keterangan pada paspor korban. Dalam dokumen itu korban bernama Kim Chol, yang lahir pada 10 Juni 1970. Adapun Kim Jong-nam diyakini lahir pada 10 Mei 1971.

Bukan pertama kali Kim Jong-nam bepergian menggunakan identitas palsu. Pada 2001, dia ketahuan mencoba masuk ke Jepang menggunakan paspor palsu. Kepada aparat Jepang, dia mengaku berencana mengunjungi Disneyland di Tokyo.

Mengapa dia menuju Cina?

Sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011, Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik. Dia menghabiskan waktunya di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura.

Insiden ketahuan menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland di Tokyo, diyakini merusak peluangnya untuk menjadi pemimpin Korut, menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il.

Belakangan dia mengungkapkan soal kekuasaan dinasti Kim di Korea Utara secara verbal dan melalui buku terbitan 2012. Dalam kesempatan itu, Jong-nam mengutarakan ketidakyakinannya terhadap kualitas kepemimpinan adik tirinya, Kim Jong-un.

Namun, pada saat bersamaan, dia mengatakan tidak tertarik memikul tanggung jawab kepemimpinan.

Apakah Kim Jong-nam dibunuh?

Kim Jong-nam dilaporkan telah menjadi target pembunuhan selama beberapa waktu terakhir.

Seorang mata-mata Korut yang dipenjara di Korsel pada 2012 dilaporkan mengaku mengatur pembunuhan terhadap Kim Jong-nam yang tampak seperti kecelakaan tabrak-lari.

Bukan kali pertama Korut terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan penyerangan yang melibatkan agen rahasia.

Pada 1968, sebanyak 31 prajurit elite Korut dikirim ke Korsel untuk menembus rumah dinas kepresidenan dan membunuh Presiden Park Chung-hee. Upaya itu gagal dan sebagian besar prajurit Korut dibunuh.

Lalu pada 1970-an dan 1980-an, sejumlah warga Jepang diculik oleh agen rahasia Korut untuk melatih mata-mata Korut budaya dan bahasa Jepang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar