Senin, 25 Juni 2018 | 06:57 WIB

Daftar | Login

/

Kenaikan CPI dan PPI Tiongkok pada Bulan Januari Sesuai Harapan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Biro Statistik Nasional Tiongkok kemarin (14/2) mengumumkan indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga prudusen (PPI) Tiongkok pada bulan Januari. CPI naik 1,0 persen dibandingkan satu bulan yang lalu dan naik 2,5 persen dibandingkan masa sama tahun yang lalu; sedangkan PPI naik 0,8% dibandingkan satu bulan yang lalu dan naik 6,9% dibandingkan masa sama tahun yang lalu. Pakar terkait berpendapat, Tiongkok tidak akan menghadapi tekanan inflasi di masa depan, sehingga Tiongkok akan terus mempertahankan kebijakan mata uang yang stabil dan menjalankan kebijakan fiskal yang lebih proaktif. <p>Periset dari Pusat Komunikasi Ekonomi Internasional Tiongkok Wang Jun berpendapat, terdampak oleh faktor Tahun Baru Imlek, kenaikan CPI relatif besar, yaitu sebesar 2,5 persen, tapi angka itu bersifat moderat dan masih dapat dikendalikan. <p>Angka PPI juga naik akibat terdampak oleh faktor Tahun Baru Imlek, namun kenaikannya relatif rendah, yaitu hanya naik 0,8 persen dibandingkan bulan Desember 2016. Kenaikan harga bahan baku termasuk migas, logam bukan besi dan logam hitam, bahan bakar, energi dan kimia relatif besar. Liu Ying, periset dari Institut Moneter Chongyang Universitas Renmin, berpendapat bahwa kenaikan CPI dan PPI Tiongkok yang relatif kecil pada bulan pertama juga diakibatkan oleh mulai tumbuhnya ekonomi serta pertumbuhan pasar internasional. <p>Ahli memperkirakan, terdampak oleh melambannya kenaikan harga pangan dan komoditas, ke depannya CPI dan PPI Tiongkok akan menurun, sehingga Tiongkok tidak menghadapi tekanan inflasi. Sedangkan kebijakan mata uang dunia cenderung berkembang ke arah yang stabil dan moderat, hal-hal itu juga bermanfaat untuk menekan kenaikan harga barang. <p>Mengenai kebijakan makro yang akan dijalankan Tiongkok, Wang Jun berpendapat, Tiongkok harus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, siap mengendalikan risiko, menjalankan kebijakan mata uang yang stabil, selain itu, juga harus mempertahankan kebijakan fiskal yang semestinya. <p>Liu Ying berpendapat, Tiongkok seharusnya menjalankan kebijakan fiskal yang lebih proaktif demi memperdalam reformasi struktur sisi penawaran dan membangkitkan ekonomi riil.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 25 Juni 2018 - 06:19 WIB

Jepang imbangi Senegal 2-2

Event | 25 Juni 2018 - 06:07 WIB

Inggris pesta gol ganyang Panama

Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Pembangunan | 24 Juni 2018 - 19:37 WIB

Pembangunan jembatan Bengawan Solo hampir selesai

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com