Selasa, 25 Juli 2017

Pilgub DKI 2017

Pasangan Ahok-Djarot unggul pada quick count

Kamis, 16 Februari 2017 06:25

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat konferensi pers di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). Foto: Antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat konferensi pers di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). Foto: Antara
Ayo berbagi!

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, unggul dalam hitung cepat yang dilakukan tiga lembaga survei pada Pilkada DKI 2017, Rabu (15/2). 

"Kami berdua mengucapkan terima kasih kepada koalisi partai politik pengusung yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura," kata Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada pers, di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Kebagusan, Jakarta, Rabu malam.

Hasil hitung cepat atau "quick count" dari tiga lembaga survei, yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Polmark dan Saiful Mujani Research Center (SMRC) terhadap pilkada DKI tahun 2017, menempatkan pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) di tempat teratas, pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di urutan ke dua, serta pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhyono dan Silviana Murni (Agus-Silvi) di urutan ke tiga.

Pasangan Ahok-Djarot; 43,2 persen (LSI), 42,3 persen (Polmark), 43,2 persen (SMRC).

Pasangan Anies-Sandi; 39,9 persen (LSI), 39,8 persen (Polmark), 40,1 persen (SMRC).

Pasangan Agus-Silvi; 16,9 persen (LSI), 18,0 persen (Polmark), 16,7 persen (SMRC).

Menurut Ahok, hasil hitung cepat ini menunjukkan bahwa Pilkada telah berjalan baik dan partai politik telah bekerja baik, sehingga dirinya mengucapkan terima kasih kepada partai politik mengusungnya.

Pada kesempatan tersebut, Ahok juga menyinggung hasil survei dari lembaga survei yang membuat kesimpulan sebelum penyelenggaraan Pilkada, bahwa pasangan Ahok-Djarot tidak akan lolos ke putaran ke dua Pilkada DKI Jakarta.

"Dengan hasil hitung cepat yang dilakukan tiga lembaga survei ini, menunjukkan apa yang disimpulkan suatu lembaga survei sebelum pelaksanaan Pilkada tidak tepat," katanya.

Menurut Ahok, hasil hitung cepat ini menunjukkan partai pengusung telah bekerja keras dan warga Jakarta telah cerdas untuk memilih pilihan sesuai hati nurani.

Calon gubernur incumbent ini juga menyatakan, siap menghadapi Pilkada DKI Jakarta putaran ke dua serta siap berjuang lagi. (Ant)

Masih ada lagi informasi Pilgub DKI Jakarta 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar