Jumat, 28 April 2017

Kegaduhan SBY-Antasari dinilai berdampak pada perolehan suara Agus-Sylvi

Kamis, 16 Februari 2017 09:38

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono didampingi calon Wakil Gubernur Slyviana Murni dan anggota Tim Pemenangannya memberikan keterangan pers di Posko Tim Pemenangan Agus-Slyvi, Jakarta, Rabu (15/2). Foto: Antara Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono didampingi calon Wakil Gubernur Slyviana Murni dan anggota Tim Pemenangannya memberikan keterangan pers di Posko Tim Pemenangan Agus-Slyvi, Jakarta, Rabu (15/2). Foto: Antara
Ayo berbagi!

Kegaduhan politik antara Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dengan Antasari Azhar dinilai berdampak pada perolehan suara calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, Rabu (15/2). 

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah. Ia mengatakan, secara hipotesis bisa dikatakan kegaduhan politik itu berdampak pada perolehan suara calon Agus-Sylvi.

"Kagaduhan itu membuat masyarakat Jakarta semakin fokus pada program para calon Gubernur. Mereka ingin ada solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi daripada melihat kegaduhan," kata Firmanzah dihubungi di Jakarta.

Firmazah menilai, dinamika Pilgub DKI banyak menghabiskan energi. Di sisi lain, masyarakat Jakarta masih tetap menghadapi permasalahan seperti kemacetan, keamanan, kebersihan, kesehatan dan lain-lain.

"Saya perhatikan psikologi masyarakat Jakarta ingin semua kegaduhan itu berakhir dan situasi kembali normal. Namun, kegaduhan antara SBY dengan Antasari menambah dinamika politik semakin berkembang," tuturnya.

Di sisi lain, Firmanzah seperti dikutip Antara menilai, pasangan Agus-Sylvi kurang bisa mengartikulasikan program-programnya secara presisi pada persaingan Pilgub DKI. Pasangan itu juga kurang berhasil membangun diferensiasi dengan pasangan lain.

Hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga terhadap Pilgub DKI menempatkan pasangan Agus-Sylvi pada posisi terbawah dengan perolehan suara kisaran 16 persen hingga 19 persen.

Pemungutan suara Pilgub DKI diselenggarakan pada Rabu (15/2), diikuti tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN; Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem; serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS. 

Masih ada lagi informasi Pilgub DKI Jakarta 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar