Rabu, 28 Juni 2017

Kampusnya Dipakai Kelompok Anti Islam di Australia, Victoria University Minta Maaf

Kamis, 16 Februari 2017 10:40

(Courtesy: AustraliaPlus) Mobil Q Society, kelompok anti Islam, dihadang aksi demonstrasi. Kegiatan mereka di Melbourne Jumat malam pekan lalu dirahasiakan hingga detik terakhir. (Courtesy: AustraliaPlus) Mobil Q Society, kelompok anti Islam, dihadang aksi demonstrasi. Kegiatan mereka di Melbourne Jumat malam pekan lalu dirahasiakan hingga detik terakhir.
Ayo berbagi!

Victoria University (VU) menyatakan sedang memeriksa prosedur administratif mereka setelah salah satu gedungnya di kampus Flinders Street di pusat Kota Melbourne, dipergunakan untuk acara penggalangan dana bagi kelompok anti Islam di Australia pekan lalu.

Kelompok anti Islam itu bernama Q Society. Mereka menggelar makan malam yang dihadiri senator Australia Cory Bernardi yang dikenal konservatif. Acara itu berlangsung dalam penjagaan ketat.

Lokasi acaranya pun bahkan msih dirahasiakan dari para tamu sampai detik terakhir dengan dalih menghidari gangguan. Para pemrotes sebelumnya menghadang salah satu bus yang disewa kelompok ini untuk mengangkut peserta ke acara itu.

Di dalam gedung tempat acara berlangsung, tampak penjagaan ketat dari polisi. Di atas, para tamu dicek identitasnya dan diberi gelang penanda sebelum masuk ke ruang acara.

Platform Q Society adalah menolak pendatang Islam ke Australia dan menolak sertifikasi halal.

Pekan lalu kelompok ini ramai diberitakan setelah salah satu pembicara dalam acara mereka di Sydney melontarkan komentar anti Islam dan anti gay.

Acara di Sydney dan di Melbourne keduanya bertujuan mengumpulkan dana untuk menutupi biaya perkara dua orang pemimpin Q Society yang sedang berkasus hukum.

Ketua Q Society Debbie Robinson dan pendiri Halal Choises Kirralie Smith kini menghadapi gugatan hukum berupa pencemaran nama baik oleh Mohamed El-Mouehly dari salah satu pelaksana sertifikasi halal.

Terkait acara di Victoria University tersebut, para staff dan mahasiswa telah mengajukan protes kepada Rektor Professor Peter Dawkins. Menurut mereka, kelompok Q Society itu bertentangan dengan nilai-nilai universitas yang terbuka dan menerima mahasiswa dari semua latar belakang.

Professor Dawkins menyatakan permintaan maaf kepada staff dan mahasiswa hari Senin (13/2/2017), dan menyatakan menyesal karena universitas "secara tidak sengaja" menerima booking dari Q Society.

"Victoria University bangga sebagai lembaga yang beragam dan multikultur," katanya melalui email.

"Kami berkomitmen kuat mempromosikan keragaman dan pemahaman lintasbudaya. Ada perbedaan mencolok pandangan Q Society dengan nilai-nilai VU," tambahnya.

"Mengingat VU memiliki kebijakan mengenai penyewaan venue yang menyebutkan bahwa fasilitas universitas tidak bisa dipergunakan bagi kegiatan yang bertentangan atau dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai atau arah strategis universitas, kita langsung mengambil tindakan cepat untuk meninjau semua proses administrasi," katanya.

Membela

Beberapa jam setelah itu, Debbie Robinson mengeluarkan pernyataan membela komentar kartunis Larry Pickering dan anggota DPR dari Partai Liberal Ross Cameron saat acara di Sydney.

Australian Liberty Alliance party candidates
Direktur partai Australian Liberty Alliance Debbie Robinson (tengah) diapit rekan separtainya Bernard Gaynor (kiri) dan Kiralee Smith.

ABC News: Charlotte Hamlyn

Dalam berita mengenai acara itu yang diterbitkan suratkabar Fairfax, reporter Jacquline Maley mengutip Larry Pickering yang mengatakan meskipun dia tak bisa menerima orang Muslim, "... tidak semuanya jahat, mereka melempar orang gay dari atas bangunan."

Robinson mengatakan Q Society tidak selalu setuju dengan setiap pernyataan pembicara tamu, namun mereka tidak menyensor apa yang dikatakan para tamu di acara tertutup.

"Komentar Larry Pickering tentang Islam dan homoseksual mewakili pandangan pribadinya. Jika dia tidak suka Muslim, Katolik, homoseksual atau All Blacks, itu pilihannya," katanya.

"Dia tidak berbicara atas nama Q Society. Larry dan Ross bukan anggota QSA [Q Society of Australia] dan memiliki pandangannya sendiri," tambah Robinson.

"Siapa pun yang berani mengkritik, mengejek dan mengolok-olok ideologi totaliter dan pengikut mereka adalah sekutu kami. Mereka yang mau membela Nabi Islam yang sosiopat dan ideologi mematikan yang dia lahirkan, adalah musuh kesetaraan, kebebasan dan demokrasi," kata ketua Q Society of Australia Debbie Robinson.

Diterbitkan Pukul 12:00 AEST 15 Februari 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar