Senin, 27 Maret 2017

Siaga banjir Bengawan Solo, termasuk daerah hilir Jatim

Kamis, 16 Februari 2017 11:06

Seorang warga dengan perahu menyeberang jalan yang terendam banjir luapan Bengawan Solo di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (5/2). Foto: Antara Seorang warga dengan perahu menyeberang jalan yang terendam banjir luapan Bengawan Solo di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (5/2). Foto: Antara
Ayo berbagi!

Daerah hilir Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, masuk status siaga dalam menghadapi banjir Bengawan Solo.

"Hilir Jawa Timur, statusnya masuk siaga banjir, sebab air banjir dari hulu sudah mulai masuk hilir Bojonegoro," kata Petugas Posko Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Budi Indro Sulistyo, Kamis (16/2).

Sebelumnya, seperti dihimpun Antara, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro melaporkan Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, sehari lalu terjadi banjir dengan status masuk siaga merah-III.

Selain itu, ketinggian air di Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi, juga terjadi banjir, sehingga air dari daerah hulu itu akan memengaruhi air di hilir Jawa Timur.

Sesuai data, ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro merangkak naik dengan cepat menjadi 13,61 meter (siaga hijau-I) pukul 09.00 WIB.

Ketinggian air Bengawan Solo itu naik sekitar 20 centimeter dibandingkan dengan tiga jam sebelumnya.

Di daerah hilirnya mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, semuanya di Lamongan, juga masuk siaga banjir dengan ketinggian masing-masing 7,20 meter (hijau-I), 5,01 meter (kuning-II), 3,80 meter (hijau-I) dan 1,75 meter (hijau-i).

"Meningkatnya dengan cepat ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro juga dipengaruhi pasokan air dari Kali Kening yang juga terjadi banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Andik Sudjarwo menambahkan.

Ia memperkirakan, air Kali Kening dari sejumlah kecamatan yang masuk daerah tangkapan air Kali Kening di Tuban yang masuk Bengawan Solo mencapai 64,42 meter kubik per detik, sejak beberapa waktu lalu.

"Kontribusi air Kali Kening ke Bengawan Solo akan berlangsung sampai sore," ucapnya menegaskan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat di daerah bantaran mulai Kecamatan Kota, Balen, Kanor, juga Baureno, meningkatkan kewaspadaan, karena di wilayahnya akan terjadi kenaikan air Bengawan Solo dengan cepat.

"Kami minta warga di bantaran meningkatkan kewaspadaan, sebab kenaikan air Bengawan Solo akan terjadi dengan cepat," ujarnya.

BPBD, lanjut dia, sudah menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi banjir luapan Bengawan Solo di daerahnya mulai perahu karet, tenda pengungsian, sembako untuk kebutuhan dapur umum dan dapur komunitas.

"Kami juga sudah menginstruksikan tim penanggulangan bencana di kecamatan juga di desa untuk bersiaga," ucapnya menegaskan.

Masih ada lagi informasi Bencana di musim hujan menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar