Senin, 25 Juni 2018 | 20:45 WIB

Daftar | Login

/

Indonesia-AS perkuat promosi sektor perikanan berkelanjutan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
<p>Republik Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama regional dalam mempromosikan sektor kelautan dan perikanan berkelanjutan di berbagai ekosistem laut nusantara yang memiliki keragaman biota sangat tinggi.</p><p> "Kami memiliki tantangan di bidang kelautan yang serupa secara bersama sehingga diperlukan solusi bersama," kata Duta Besar AS untuk RI, Joseph Donovan, dalam acara Forum Investasi dan Bisnis di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (16/2).</p><p> Menurut Donovan, Indonesia memiliki peran yang penting dalam dunia kemaritiman global, dan pihaknya juga mendukung pemerintahan RI dalam rangka melestarikan keanekaragaman ekosistem lautnya yang unik dan sangat indah.</p><p> Dubes AS mengemukakan, pihaknya juga memiliki program kemitraan regional baru yang berguna antara lain memperkuat pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal, mempromosikan perikanan yang berkelanjutan, dan melestarikan keanekaragaman hayati laut di wilayah Asia-Pasifik.</p><p> Program yang dinamakan "The Oceans and Fisheries Partnership" merupakan kemitraan antara Lembaga Pembangunan Internasional AS (USAID) dengan Pusat Pembangunan Perikanan Asia Tenggara (SEAFDEC).</p><p> Tulang punggung program adalah pengembangan dan implementasi dari sistem dokumentasi hasil tangkap dan ketertelusuran yang berkelanjutan secara finansial dan spesifik per negara.</p><p> Sistem dokumentasi yang disebut sebagai CDTS itu akan terintegrasi dengan sistem yang telah ada di pemerintahan, dan akan memasukkan elemen data kesejahteraan manusia, serta akan diterapkan dengan mengacu kepada kerangka pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem.</p><p> Dalam hubungannya dengan regulasi impor, ketertelusuran juga menawarkan cara memberantas penangkapan ikan ilegal berbasis pendekatan pasar dan memberikan peluang besar bagi pemerintah untuk menguatkan kondisi tenaga kerja dari nelayan, Sistem ketertelusuran itu juga dapat mencegah perdagangan ilegal, meningkatkan efisiensi industri perikanan, menyediakan informasi akurat, meningkatkan kebijakan yang berlandaskan bukti dan pengambilan keputusan untuk penegakan hukum, serta membantu mengamankan hak dan kesejahteraan nelayan.</p><p> "Kami menyoroti kemitraan kuat di bidang konservasi dan penangkapan ikan secara ilegal yang menjadi prioritas bangsa Indonesia," kata Dubes AS.</p><p> Donovan juga menuturkan, lembaga USAID mendukung upaya konservasi selama 24 tahun di Indonesia, dan hal ini merupakan komitmen jangka panjang dari pemerintah AS.</p><p> Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja berharap penguatan kerja sama itu juga dapat meningkatkan produktivitas perikanan, ketahanan pangan dan nutrisi, serta mata pencaharian berkelanjutan melalui konservasi habitat dan spesies kelautan.</p><p> "Ujung-ujungnya kami ingin mempromosikan perikanan berkelanjutan dan mencegah terjadinya IUU Fishing," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 25 Juni 2018 - 20:36 WIB

Polri amankan terduga teroris di Lampung Selatan

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 20:26 WIB

Suasana Lumajang kondusif H-2 Pilkada Serentak 2018

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:15 WIB

Menhub resmikan tim ad hoc kasus kapal tenggelam

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 20:05 WIB

Mulai 1 Juli perjalan KA diberlakukan subsidi tarif parsial

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 19:56 WIB

Satpol PP segel toko langgar aturan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com