Senin, 25 September 2017

'Perempuan Indonesia' ditangkap terkait pembunuhan saudara Kim Jong-un

Kamis, 16 Februari 2017 13:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Perempuan terkait Korut
REX/SHUTTERSTOCK
Foto yang diambil dari kamera pemantau -tak jelas apakah dia warga Indonesia itu atau perempuan tersangka satu lagi.

Seorang perempuan berpaspor Indonesia ditangkap dengan dugaan terkait pembunuhan saudara Kim Jong-un, kata Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Disebutkan, dalam paspor yang dikeluarkan imigrasi Serang, Banten, perempuan itu bernama Siti Aishah.

Ia diidentifikasi dari rekaman CCTV, video pengawas di bandara. Menurut polisi, ia sedang sendirian ketika ditangkap.

Penyelidikan terhadap Siti Aishah masih dilanjutkan kata Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Sri Khalid bin Abu Bakar.

Sejauh ini, penyebab kematian Kim Jong-nam , abang tiri pemimpn Korea Utara Kim Jong-un, dan siapa pembunuhnya masih menjadi tanda tanya. Sejumlah saksi mata menyebut Jong-nam telah diracun, namun hal ini masih harus dipastikan melalui uji forensik.

Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum mengukuhkan bahwa 'lelaki Korea' yang bepergian dengan nama Kim Cholitu memang benar Kim Jong-nam, namun Korea Selatan sudah memastikannya.

Disebutkan, polisi Malaysia sudah menuntaskan pemeriksaan jenazah Kim, namun tak jelas apakah hasilnya akan diumumkan.

Sejauh ini, kata Kepala Polisi Selangor, Abdul Samah Mat, tak ada permintaan dari Korea Utara untuk mengirimkan jenazah Kim.

"Ada petugas Kedutaan Korea Utara datang, tapi tak ada permintaan itu," katanya.

SIti AIshah Korea Utara
ROYAL MALAYSIAN POLICE
Pengumuman penangkapan Siti Aishah, yang disebut warga Indonseia asal Serang.

Diserang dua perempuan

Kim Jong-nam disebutkan tewas setelah diserang oleh dua perempuan, dengan campuran zat kimia tertentu di Bandara Kuala Lumpur.

Perempuan pertama, berpaspor Vietnam, dijadwalkan untuk ditanyai pengadilan.

Sebuah gambar dengan resolusi rendah yang diambil dari kamera pemantau di bandara menunjukkan seorang perempuan mengenakan kaus bertuliskan 'LOL' di bagian depannya.

Tidak jelas, apakah perempuan itu adalah Siti Aishah, atau perempuan lain. Polisi menyebut, mereka masih mencari 'beberapa' tersangka lain.

Motif masih gelap

Berbagai spekulasi menyebut, Kim dibunuh atas perintah pemerintah Korea Utara, namun belum ada bukti yang mendukung.

Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik dan disebut banyak menghabiskan waktu di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura, sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011.

Dikabarkan, peluangnya untuk menjadi pemimpin Korut, menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il, sejak ketahuan menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland di Tokyo.

Korea Utara
BBC
Inilah dia para elit Korea Utara di lingkungan pemimpin tertingginya.

Sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011, Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik. Dia menghabiskan waktunya di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura.

Belakangan dia mulai berbicara tentang soal kekuasaan dinasti Kim di Korea Utara, bahkan menulis buku yang diterbitkan 2012, yang mengutarakan ketidakyakinannya terhadap kualitas kepemimpinan adik tirinya, Kim Jong-un.

Namun, pada saat bersamaan, dia mengatakan tidak tertarik memikul tanggung jawab kepemimpinan.

korut
Getty Images
Bukan kali pertama Korut terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan penyerangan yang melibatkan agen rahasia.

Apakah Kim Jong-nam benar dibunuh?

Kim Jong-nam dilaporkan telah menjadi target pembunuhan selama beberapa waktu terakhir.

Seorang mata-mata Korut yang dipenjara di Korsel pada 2012 dilaporkan mengaku mengatur pembunuhan terhadap Kim Jong-nam yang tampak seperti kecelakaan tabrak-lari.

Bukan kali pertama Korut terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan serangan yang melibatkan agen rahasia.

Pada 1968, sebanyak 31 prajurit elite Korut dikirim ke Korsel untuk menembus rumah dinas kepresidenan dan membunuh Presiden Park Chung-hee. Upaya itu gagal dan sebagian besar prajurit Korut dibunuh.

Lalu pada 1970-an dan 1980-an, sejumlah warga Jepang diculik oleh agen rahasia Korut untuk melatih mata-mata Korut budaya dan bahasa Jepang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar