Selasa, 19 Juni 2018 | 12:14 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Bachtiar Nasir kembali penuhi panggilan Bareskrim, ini kata pengacaranya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Bachtiar Nasir
Bachtiar Nasir
<p>Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF- MUI), Bachtiar Nasir, Kamis (16/2), kembali memenuhi pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri dalam perkara dugaan pencucian uang pada Yayasan Keadilan untuk Semua. Bachtiar nampak datang bersama pengacaranya, Kapitra Ampera. Bachtiar diperiksa sebagai saksi.</p><p>Kepada wartawan, termasuk Reporter Elshinta, Paramayudha Adhikara, pengacara, Kapitra Ampera, berkata bahwa Bachtiar tidak tahu apa-apa soal kasus ini dan tak mengenal tersangka Islahuddin Akbar .&nbsp;</p><p>"Nggak ada persiapan apa-apa. Tidak ada pencucian uang," kata Kapitra.</p><p>Kapitra kemudian berkata, dalam kasus ini tak ada niatan untuk melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, sampai sekarang polisi belum bisa menemukan pelaku pencucian uang dan tersangka yang ditetapkan saat ini merupakan persepsi subjektif dari kepolisian.&nbsp;</p><p>Kapitra juga menepis anggapan bahwa Bachtiar Nasir kenal dekat dengan tersangka Islahuddin Akbar. Dia membantah Bachtiar telah memerintahkan Islahuddin Akbar untuk mengalihkan dana.&nbsp;</p><p>Bachtiar, ditegaskannya, bukan sebagai pengurus, pengawas, pembina, atau pendiri Yayasan Keadilan untuk Semua. Islahuddin juga tak berkaitan dengan kepengurusan Yayasan. Namun GNPF MUI, yang dipimpin Bachtiar, mengelola dana aksi yang dihimpun di rekening Yayasan.&nbsp;</p><p>Disebut Kapitra, ada empat ribu donatur yang mengirim sumbangan ke rekening itu.&nbsp;</p><p>Total dana yang terhimpun ada Rp 4 miliar. Selain untuk mendanai aksi 411 dan 212, dana saweran di rekening Yayasan digunakan untuk menyumbang ke masyarakat Aceh Rp500 juta dan korban banjir di Bima sebesar Rp200 juta. Kini sisanya masih ada Rp 2,4 miliar. Lebih dari itu, pengurus Yayasan adalah rekan Bachtiar. Yayasan itu sendiri, kata Kapitra, tak merasa dirugikan.</p><p>"Bila ada penyalahgunaan dana, maka untuk siapakah penyalahgunaan dana ini? Polisi harus membuktikan adanya kejahatan. Tidak ada pengalihan aset, tidak ada pula kepengurusan yang beralih," kata Kapitra.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:48 WIB

KAI perpanjang potongan harga tiket Kuala Stabas Premium

Musibah | 19 Juni 2018 - 11:36 WIB

Dua wisatawan tenggelam di objek wisata Sukabumi

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:24 WIB

Kendaraan dari Gadog menuju Puncak terus meningkat

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:12 WIB

Damri tambah bus antisipasi lonjakan penumpang arus balik Lebaran

Asia Pasific | 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com