Kamis, 23 November 2017

Bachtiar Nasir kembali penuhi panggilan Bareskrim, ini kata pengacaranya

Kamis, 16 Februari 2017 12:00

Bachtiar Nasir Bachtiar Nasir
Ayo berbagi!

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF- MUI), Bachtiar Nasir, Kamis (16/2), kembali memenuhi pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri dalam perkara dugaan pencucian uang pada Yayasan Keadilan untuk Semua. Bachtiar nampak datang bersama pengacaranya, Kapitra Ampera. Bachtiar diperiksa sebagai saksi.

Kepada wartawan, termasuk Reporter Elshinta, Paramayudha Adhikara, pengacara, Kapitra Ampera, berkata bahwa Bachtiar tidak tahu apa-apa soal kasus ini dan tak mengenal tersangka Islahuddin Akbar . 

"Nggak ada persiapan apa-apa. Tidak ada pencucian uang," kata Kapitra.

Kapitra kemudian berkata, dalam kasus ini tak ada niatan untuk melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, sampai sekarang polisi belum bisa menemukan pelaku pencucian uang dan tersangka yang ditetapkan saat ini merupakan persepsi subjektif dari kepolisian. 

Kapitra juga menepis anggapan bahwa Bachtiar Nasir kenal dekat dengan tersangka Islahuddin Akbar. Dia membantah Bachtiar telah memerintahkan Islahuddin Akbar untuk mengalihkan dana. 

Bachtiar, ditegaskannya, bukan sebagai pengurus, pengawas, pembina, atau pendiri Yayasan Keadilan untuk Semua. Islahuddin juga tak berkaitan dengan kepengurusan Yayasan. Namun GNPF MUI, yang dipimpin Bachtiar, mengelola dana aksi yang dihimpun di rekening Yayasan. 

Disebut Kapitra, ada empat ribu donatur yang mengirim sumbangan ke rekening itu. 

Total dana yang terhimpun ada Rp 4 miliar. Selain untuk mendanai aksi 411 dan 212, dana saweran di rekening Yayasan digunakan untuk menyumbang ke masyarakat Aceh Rp500 juta dan korban banjir di Bima sebesar Rp200 juta. Kini sisanya masih ada Rp 2,4 miliar. Lebih dari itu, pengurus Yayasan adalah rekan Bachtiar. Yayasan itu sendiri, kata Kapitra, tak merasa dirugikan.

"Bila ada penyalahgunaan dana, maka untuk siapakah penyalahgunaan dana ini? Polisi harus membuktikan adanya kejahatan. Tidak ada pengalihan aset, tidak ada pula kepengurusan yang beralih," kata Kapitra. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MuI

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar